Salin Artikel

Mahasiswa, Ini 6 Etika Komunikasi WhatsApp dengan Dosen

KOMPAS.com - Mahasiswa cenderung beraktivitas melakukan kuliah online di masa pandemi Covid-19.

Kuliah online membuat komunikasi antara mahasiswa dengan dosen lebih intens menggunakan sosial media WhatsApp.

Meski demikian, komunikasi mahasiswa dengan dosen lewat WhatsApp perlu memahami etika yang harus dilakukan.

Merangkum laman Unair, Jumat (12/2/2021) menginformasikan ada 6 etika yang harus dipahami sebelum melakukan komunikasi dengan dosen lewat WhatsApp.

Etika yang harus dipahami itu datang dari Dosen Fakultas Psikologi Unair Dewi Retno Suminar.

Mari simak semua etika yang diperlukan itu dengan jelas, agar komunikasi dengan dosen tidak mengalami kesalahpahaman.

1. Perkenalkan diri

Mahasiswa harus memperkenalkan diri di awal atau akhir komunikasi WhatsApp dengan dosen.

Tak lupa saat memperkenalkan diri, mahasiswa harus menyampaikan tujuan dari komunikasi tersebut.

2. Gunakan bahasa baku dan kata yang tepat

Agar mudah dimengerti dosen, komunikasi WhatsApp kamu harus menggunakan bahasa baku dan pilih kata yang tepat.

Tidak boleh menyebutkan kata aku, yang diperbolehkan menggunakan kata saya kepada dosen saat berkomunikasi lewat WhatsApp.

3. Pilih waktu yang tepat

Pemilihan waktu yang tepat juga harus diperhatikan dalam berkomunikasi antara mahasiswa dengan dosen lewat WhatsApp.

Mahasiswa bisa berkomunikasi dengan dosen di pagi hari.

Waktu itu cukup baik, karena dosen mempunyai waktu yang luang di pagi hari, sebelum beraktivitas kerja maupun lainnya.

4. Jangan berharap direspons cepat

Mahasiswa perlu menyadari ketika berkomunikasi WhatsApp dengan dosen, yakni jangan berharap bisa dibalas dengan cepat.

Jika lama membalas, mahasiwa harus berpikir positif. Bisa saja dosen membalasnya di malam hari atau keesokan harinya.

Selain itu berkomunikasi secara online sangat berbeda dengan komunikasi tatap muka.

5. Menerima jawaban dengan kata singkat

Mahasiswa perlu menyadari juga, bahwa dosen membalas komunikasi secara singkat di WhatsApp buka berarti tidak mau diganggu.

Mungkin dosen sedang melakukan aktivitas yang lain.

Jadi, jangan tersinggung, bila dosen hanya membalas komunikasi dengan kata "ya", "oke", dan "tidak". Itu bukan berarti dosen marah.

Bisa saja jawaban ya atau oke memiliki makna "oh begitu ya", "oke kalau begitu", "kita ketemu nanti", dan lain-lain.

6. Akhiri komunikasi dengan kata-kata penting

Saat mengakhiri komunikasi dengan dosen lewat WhatsApp, mahasiswa tidak perlu menyampaikan pesan panjang lebar.

Setidaknya kata-kata penting saja, tapi maknanya tersampaikan baik ke dosen.

Nah, itulah 6 etika mahasiswa ketika berkomunikasi dengan dosen lewat WhasApp.

Jadi harus dipahami ya, agar dosen tidak salah paham dan mengerti maksud komunikasi yang dilakukan.

https://edukasi.kompas.com/read/2021/02/12/141816871/mahasiswa-ini-6-etika-komunikasi-whatsapp-dengan-dosen

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.