Salin Artikel

Setelah Vaksin untuk Guru, Perlukah Vaksin untuk Peserta Didik?

Oleh: Supardi | Kepala SMPN 2 Kendal, Jawa Tengah

KOMPAS.com - Sejak dicanangkan 13 Januari 2021 oleh Presiden Joko Widodo, vaksinasi Covid-19 mulai dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia secara bertahap dan masif.

Vaksinasi untuk pendidik dan tenaga kependidikan telah dimulai pada 24 Februari 2021. Targetnya, bulan Juni lima juta pendidik dan tenaga kependidikan bisa selesai ikut vaksin, agar nanti di awal semester bulan Juli, pembelajaran tatap muka dapat segera dilaksanakan.

Pertanyaannya kini, bagaimana dengan peserta didik yang akan masuk sekolah?

Mereka akan berinteraksi dengan guru dan siswa-siswa lainnya sehingga siswa juga perlu mendapatkan prioritas diberikan vaksin.

Ada anggapan kemampuan fisik peserta didik secara umum mempunyai imun yang tinggi terhadap Covid 19, tapi masih ada kemungkinan mereka termasuk golongan OTG (orang tanpa gejala).

Selama peserta didik belum mendapatkan vaksin, maka proses belajar mengajar secara tatap muka masih sangat riskan untuk dilaksanakan.

Jika hal ini tidak diantisipasi, sekolah bisa jadi kluster baru dalam penularan Covid 19, dan keberadaan proses belajar mengajar di sekolah menjadi berbahaya bagi seluruh warga sekolah.

Solusi pembelajaran sambil menunggu vaksin

Salah satu solusi yang bisa dilakukan selagi menunggu vaksin adalah dengan melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pembiasaan memakai masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah pembelajaran, dan menghindari kerumunan, dan menjaga jarak dengan orang lain harus konsisten dijaga oleh semua warga sekolah.

Sekolah juga harus menyediakan fasilitas yang memadai dan mendukung aktivitas protokol kesehatan di atas.

Contohnya seperti menyediakan tempat cuci tangan yang jumlahnya mencukupi untuk peserta didik, menyediakan sabun cuci tangan dan cairan antiseptik yang memadai untuk seluruh warga sekolah.

Berikan tanda jarak tempat duduk baik di dalam maupun di luar ruangan untuk menghindari peserta didik berkerumun.

Membuat SOP pembelajaran

Semua hal dia tas harus jadi prioritas sekolah dan dibuat sebagai standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka.

Setidaknya SOP tersebut memuat:

Menerapkan pembelajaran blended

Sekolah juga dapat menerapkan model pembelajaran blended (campuran) yang mengkombinasikan pembelajaran tatap muka dengan daring yang telah dilaksanakan selama ini.

Perlu juga diatur tentang kehadiran siswa mengikuti pembelajaran tatap muka secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang telah diatur sekolah.

Pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan penuh apabila pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Sekolah juga bisa menjadi alternatif tempat bagi peserta didik untuk mendapatkan vaksinasi dengan bantuan tenaga kesehatan dari puskemas setempat.

Kita berharap vaksinasi Covid-19 bagi seluruh warga sekolah mampu menguatkan kembali optimisme pembelajaran tatap muka di sekolah yang telah didambakan peserta didik, orangtua dan masyarakat.

https://edukasi.kompas.com/read/2021/02/25/155524271/setelah-vaksin-untuk-guru-perlukah-vaksin-untuk-peserta-didik

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.