Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tak Berorientasi Nilai, Ini Cara Sekolah Cikal Asah Kompetensi Murid

KOMPAS.com - Praktisi pendidikan Najelaa Shihab mengatakan, nilai terkadang bisa menjadi umpan balik yang kurang tepat untuk mengukur hasil belajar anak.

Menurutnya, mendapat nilai tinggi tidak termasuk dalam 9 kompetensi yang dibutuhkan anak untuk bisa sukses di masa depan, melainkan mandiri dalam belajar, refleksi dalam proses belajar hingga kemampuan berkomunikasi.

Terlebih di era transformasi pendidikan, proses pembelajaran kini tidak bisa hanya berbasis konvensional dan berorientasi pada nilai, melainkan pada pengembangan kompetensi dan karakter yang akan mengasah diri murid untuk dapat bertahan hidup di masa depan.

Sekolah Cikal telah menerapkan praktik pembelajaran tersebut dengan memvariasikan proyek asesmen pengembangan kompetensi murid melalui Proyek Kulminasi (Culminating Project), sebuah proyek akhir yang berorientasi pada upaya menganalisis masalah-masalah yang terjadi dalam dunia serta mencoba mencari solusi yang tepat untuk masalah tersebut.

Proyek Kulminasi yang juga merupakan syarat kelulusan bagi murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong telah dijalankan pada tanggal 8-9 April 2021.

Proyek Kulminasi, bukti setiap anak memiliki potensi

Bagi Najelaa, menyatakan bahwa upaya, karya dan proses refleksi yang dijalankan oleh murid-murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong di acara Culminating Project “The Power of Creativity” menunjukkan bukti bahwa setiap anak semakin memiliki potensi yang besar dan terus bertumbuh menjadi sebaik-baiknya manusia.

“Dalam proyek ini, murid-murid kelas 9 melakukan serangkaian proses dan tahapan riset, membuat sebuah inovasi yang penuh dengan tantangan dan bermakna. Bagi saya, karya dan proses refleksi yang mereka lakukan untuk karya-karya tersebut benar-benar menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang besar dan akan senantiasa bertumbuh untuk menjadi sebaik-baiknya manusia,” papar Najelaa dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Berbagai karya yang diciptakan oleh murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong antara lain, bertemakan kesehatan mental, lingkungan, dan juga pengembangan game.

Tidak berorientasi nilai

Dirayanti Bungawardani, selaku Wali kelas, murid-murid diharapkan untuk membuat "kriteria sukses" mereka sendiri selain memenuhi standar teknis pengumpulan proyek laporan, presentasi, poster, dan produk. Jadi, tidak ada orientasi nilai tertentu.

“Tentunya ada hal-hal yang standar yang harus mereka unggah seperti laporan, presentasi, poster, dan produk. Namun, berhasil atau tidaknya proyek murid-murid itu ditentukan oleh proses refleksi yang kami hadirkan dalam setiap prosesnya, karena kami selalu menantang murid untuk melebihi kriteria sukses yang mereka buat,” jelas Dirayanti.

Proyek kulminasi kelas 9 Sekolah Cikal Serpong ini juga menjadi sarana menunjukkan gabungan kompetensi yang telah mereka dapatkan selama tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Cikal merujuk pada visi Cikal yakni Kompetensi 5 Bintang Cikal.

"Meskipun murid dalam keterbatasan belajar daring, namun kami berharap tidak akan ada hal yang membatasi kreativitas mereka dalam memberikan solusi permasalahan sosial. Melalui Culminating Project ini kami berharap murid dapat mengembangkan, bukan saja hanya dalam kemampuan praktik, tapi juga dalam kemampuan sikap, baik itu mandiri, komitmen, dan reflektif, peduli berorientasi pada aksi, dan kepemimpinan,” tambah dia.

Kompetensi yang murid-murid kembangkan dalam proyek ini, kata Dirayanti, dapat dikembangkan dan ditingkatkan saat mereka melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk menyelesaikan masalah di kehidupan bermasyarakat.

https://edukasi.kompas.com/read/2021/04/14/153433071/tak-berorientasi-nilai-ini-cara-sekolah-cikal-asah-kompetensi-murid

Terkini Lainnya

Seleksi Mandiri UPI 2026 Pakai Nilai UTBK SNBT Dibuka, Cek Ketentuannya
Seleksi Mandiri UPI 2026 Pakai Nilai UTBK SNBT Dibuka, Cek Ketentuannya
Edu
Diterima 9 Kampus Top Dunia, Siswa SMAK 7 Penabur Ini Bocorkan Trik Lolos Beasiswa Internasional
Diterima 9 Kampus Top Dunia, Siswa SMAK 7 Penabur Ini Bocorkan Trik Lolos Beasiswa Internasional
Edu
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch II Dibuka, Jangkau 30 Ribu Peserta
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch II Dibuka, Jangkau 30 Ribu Peserta
Edu
Berbagi Langkah Menuju Kampus Dunia, Mischka Aoki Luncurkan Buku 'The University Blueprint'
Berbagi Langkah Menuju Kampus Dunia, Mischka Aoki Luncurkan Buku "The University Blueprint"
Edu
Cek Link Download SPTJM buat Prapendaftaran SPMB DKI Jakarta 2026
Cek Link Download SPTJM buat Prapendaftaran SPMB DKI Jakarta 2026
Edu
Wujudkan Pendidikan Holistik, SD Labschool Cibubur Borong Piala di Ajang Sains hingga Tahfiz
Wujudkan Pendidikan Holistik, SD Labschool Cibubur Borong Piala di Ajang Sains hingga Tahfiz
Edu
Rektor Dorong Mahasiswa Vokasi UI Kuasai Bahasa Inggris
Rektor Dorong Mahasiswa Vokasi UI Kuasai Bahasa Inggris
Edu
Belum Putuskan soal Dapur MBG, UNJ Masih Pelajari Kasus Keracunan hingga Titik SPPG
Belum Putuskan soal Dapur MBG, UNJ Masih Pelajari Kasus Keracunan hingga Titik SPPG
Edu
Cara Prapendaftaran dan Pengajuan Akun SPMB DKI Jakarta 2026
Cara Prapendaftaran dan Pengajuan Akun SPMB DKI Jakarta 2026
Edu
Bantargebang Produksi Gas Metana Terbesar ke-2 di Dunia, Pakar UGM Sarankan Pemanfaatan untuk Biogas
Bantargebang Produksi Gas Metana Terbesar ke-2 di Dunia, Pakar UGM Sarankan Pemanfaatan untuk Biogas
Edu
Seberapa Ketat Persaingan Masuk Vokasi UI? Cek Prodi yang Tersedia
Seberapa Ketat Persaingan Masuk Vokasi UI? Cek Prodi yang Tersedia
Edukasi
Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa: Fakta, Respons Kampus dan Peningkatan Kualitas
Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa: Fakta, Respons Kampus dan Peningkatan Kualitas
Edu
Jadwal Lengkap SPMB DKI Jakarta 2026 Jenjang SD, SMP, SMA-SMK
Jadwal Lengkap SPMB DKI Jakarta 2026 Jenjang SD, SMP, SMA-SMK
Edukasi
Nilai Matematika TKA 2026 Rendah, Perlu Ada Pembenahan Pembelajaran
Nilai Matematika TKA 2026 Rendah, Perlu Ada Pembenahan Pembelajaran
Edukasi
Di Tengah Era Digital, Sekolah Strada Tetap Andalkan Pramuka untuk Pendidikan Karakter
Di Tengah Era Digital, Sekolah Strada Tetap Andalkan Pramuka untuk Pendidikan Karakter
Edu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com