Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ini Lho Beda Jurusan Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri

KOMPAS.com - Bagi para siswa yang tertarik melanjutkan pendidikan dan memilih jurusan Teknik, ada banyak sekali pilihan di perguruan tinggi.

Bagi beberapa siswa, ada cabang ilmu teknik yang belum familiar, yaitu Manajemen Rekayasa Industri.

Tapi tahukah kamu bahwa Manajemen Rekayasa Industri dan Teknik Industri memiliki perbedaan mendasar.

Mau tahu apa saja perbedaan kedua jurusan ini? Yuk, simak ulasan berikut ini.

Merangkum dari laman Institut Teknologi Batam (Iteba), masih banyak orang yang belum mengetahui perbedaan Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri. Sebenarnya, apa sih perbedaan dari kedua jurusan tersebut?

Teknik industri

Teknik Industri atau Industrial Engineering adalah ilmu yang mempelajari proses industri dengan ilmu teknik. Jurusan ini adalah anak atau cabang dari Teknik Mesin.

Mata kuliah dalam jurusan ini menekankan pada sisi manajemen sebuah industri sehingga kamu tak hanya dituntut untuk memahami bidang manufaktur. Tapi juga harus paham tentang sistem manajemen sebuah pabrik.

Jika kamu tertarik memilih jurusan Teknik Industri, selain memperkuat ilmu di bidang Fisika, Kimia, Kalkulus, dan Matematika, kamu juga akan mempelajari ilmu Psikologi Industri, Analisis Biaya, serta Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja.

Prospek kerja jurusan ini juga sangat banyak, misalnya:

  • Quality Controller
  • Project Manager
  • Engineering Manager
  • Health and Safety Officer

Manajemen Rekayasa Industri

Manajemen Rekayasa Industri adalah pengembangan ilmu teknik dan manajemen.

Jurusan ini adalah kolaborasi antara ilmu teknik dan manajemen untuk menghasilkan inovasi produk.

Saat menekuni jurusan ini, kamu akan mempelajari dasar-dasar ilmu teknik, manajemen, dan industri.

Jurusan ini membuatmu perlu melakukan perancangan mulai dari awal hingga akhir produksi dengan mempertimbangkan customer.

Dalam sebuah sektor industri, dibutuhkan kolaborasi yang tepat antara ranah teknik dan manajemen.

Karena, mahasiswa Manajemen Rekayasa Industri tak hanya mengerjakan hal-hal teknis, namun juga merangkap sebagai Project Manager.

Prospek kerja jurusan Manajemen Rekayasa Industri juga tak kalah bagus, kamu bisa menekuni karier di bidang:

  • Analyst Production.
  • Manager Produk Industri.
  • Cost Control Industri.

Beda Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri

Awalnya, dua jurusan tersebut adalah dua entitas yang sama. Namun, kini dua jurusan tersebut dipisahkan karena mempertimbangkan customer fit.

Kedua ilmu ini berkaitan dengan sistem di lingkungan industri, tapi keilmuan dari Jurusan Manajemen Rekayasa dan Jurusan Teknik Industri amat berbeda.

Teknik Industri lebih fokus pada proses produksi dan operasional atau product life cycle. Teknik Industri secara garis besar mempelajari cara menjalankan sebuah perusahaan yang pada umumnya adalah perusahaan manufaktur.

Sedangkan Manajemen Rekayasa Industri lebih fokus dalam aspek perencanaan sebelum masuk ke sistem industri.

Ilmu-ilmu yang dipelajari dalam jurusan ini lebih mengarah ke riset pasar, product development yang berkaitan dengan konsumen.

Hal ini bertujuan agar produk dapat diterima dengan baik oleh konsumen.

Kesimpulannya, Teknik Industri berfokus pada product oriented dan didukung dengan ilmu-ilmu lainnya untuk memperluas gambaran tentang produk.

Sementara itu, Jurusan Manajemen Rekayasa Industri mempelajari hal-hal terkait perencanaan, operasional, dan dan orientasi konsumen.

Itulah perbedaan Teknik Industri dan Rekayasa Industri. Jika kamu masih bimbang menentukan pilihan jurusan di perguruan tinggi, semoga informasi ini bisa membantu.

https://edukasi.kompas.com/read/2021/05/03/123522171/ini-lho-beda-jurusan-teknik-industri-dan-manajemen-rekayasa-industri

Terkini Lainnya

Siswa dengan Riwayat Pelaku Kekerasan Dilarang Terlibat di MPLS 2026
Siswa dengan Riwayat Pelaku Kekerasan Dilarang Terlibat di MPLS 2026
Edu
Lowongan Kerja PELNI Services 2026, Fresh Graduate Bidang Teknik Bisa Daftar
Lowongan Kerja PELNI Services 2026, Fresh Graduate Bidang Teknik Bisa Daftar
Edu
Tanpa Tes Tambahan, ITPLN Buka Seleksi Rapor atau UTBK Gelombang 2 Tahun 2026
Tanpa Tes Tambahan, ITPLN Buka Seleksi Rapor atau UTBK Gelombang 2 Tahun 2026
Edu
ITB Ungkap Energi Gempa Raksasa Terus Menumpuk di Sumatera, Potensi Magnitudo 8,98
ITB Ungkap Energi Gempa Raksasa Terus Menumpuk di Sumatera, Potensi Magnitudo 8,98
Edu
Dosen UNG Kembangkan NIAR, Pendekatan Baru untuk Cegah Depresi Mahasiswa
Dosen UNG Kembangkan NIAR, Pendekatan Baru untuk Cegah Depresi Mahasiswa
Edu
Mendikti Minta Awardee Beasiswa Garuda Sarjana Tak Tuntut Lagi Beasiswa S2
Mendikti Minta Awardee Beasiswa Garuda Sarjana Tak Tuntut Lagi Beasiswa S2
Edu
Rekrutmen SKK Migas 2026 Buka sampai 14 Juli, S1 Fresh Graduate Bisa Daftar
Rekrutmen SKK Migas 2026 Buka sampai 14 Juli, S1 Fresh Graduate Bisa Daftar
Edu
Diumumkan 14 Juli, Cek Biaya Uang Pangkal atau IPI Jalur Mandiri UNS 2026
Diumumkan 14 Juli, Cek Biaya Uang Pangkal atau IPI Jalur Mandiri UNS 2026
Edu
Murid SMP, SMA dan SMK Ikut Simulasi Rapat DPR, Apa yang Dibahas?
Murid SMP, SMA dan SMK Ikut Simulasi Rapat DPR, Apa yang Dibahas?
Edu
Tak Pernah Ikut Les, Ini Kisah Arifin Anak Penjual Keripik Pisang yang Diterima di UGM Beasiswa Penuh
Tak Pernah Ikut Les, Ini Kisah Arifin Anak Penjual Keripik Pisang yang Diterima di UGM Beasiswa Penuh
Edu
Pendidikan Febrie Adriansyah, Jampidsus yang Tangani Kasus Korupsi Besar
Pendidikan Febrie Adriansyah, Jampidsus yang Tangani Kasus Korupsi Besar
Edu
Inovasi UK Maranatha: Hadirkan Wajah Baru Pendidikan Teknologi dan Rekayasa Cerdas Berdampak Nasional
Inovasi UK Maranatha: Hadirkan Wajah Baru Pendidikan Teknologi dan Rekayasa Cerdas Berdampak Nasional
Edu
Puluhan Calon Mahasiswa UPI Tidak Daftar Ulang, Apa Penyebabnya?
Puluhan Calon Mahasiswa UPI Tidak Daftar Ulang, Apa Penyebabnya?
Edu
Binus University Buka Beasiswa hingga 100 Persen, Ini Link Daftarnya
Binus University Buka Beasiswa hingga 100 Persen, Ini Link Daftarnya
Edu
Soal Usul Gaji Dosen Rp 20 hingga Rp 50 Juta, Ini Respons Mendikti
Soal Usul Gaji Dosen Rp 20 hingga Rp 50 Juta, Ini Respons Mendikti
Edu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar