Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Panduan Belajar dari Rumah di TV Edukasi SD Kelas 1-6, Kamis 17 Juni 2021

KOMPAS.com – Guna mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta sebagai alternatif pembelajaran di masa pandemi, Kemendikbud akan melanjutkan program Belajar dari Rumah (BDR) yang ditayangkan di TV Edukasi mulai 1 April 2021

Selain TV Edukasi, untuk memperluas cakupan tayangan Program Belajar Dari Rumah (BDR), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan program BDR ditayangkan di Kanal YouTube Televisi Edukasi dan Kanal YouTube Rumah Belajar Kemdikbud untuk jenjang pendidikan PAUD dan Sekolah Dasar (SD).

Tayangan tersebut dimulai tanggal 1 April sampai 30 Juni 2021, Senin-Jumat pukul 08.00 sampai 11.30 WIB.

Berikut tautan Youtube TV Edukasi:
kelas 1: http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas1 
kelas 2: http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas2 
kelas 3: http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas3 
kelas 4: http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas4 
kelas 5: http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas5  
kelas 6: http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas6 

Kemendikbud mengajak para pendidik, dan peserta didik serta orang tua untuk memanfaatkan kanal atau alternatif pembelajaran yang telah disediakan tersebut. Tetap terapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan memakai masker untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Untuk menyampaikan masukan dan saran mengenai program BDR, dapat mengisi survei di s.id/surveibdr, mengunjungi website http://ult.kemdikbud.go.id/, atau mengirim surat elektronik ke: pengaduan@kemdikbud.go.id.

Tayangan untuk SD akan mengikuti modul pembelajaran sesuai kurikulum (darurat) dengan mengutamakan pemenuhan kompetensi literasi, numerasi, dan penguatan karakter.

Agar belajar dari rumah lewat TV Edukasi menjadi lebih bermakna, berikut panduan untuk orangtua dalam mendamping anak SD untuk hari ini, Kamis 17 Juni 2021:

SD Kelas 1

Tayangan:

Mengenal Kabut

Sinopsis:

Intan sedang melihat keluar jendela. Langit tampak masih gelap meskipun hari sudah pagi. Ibu menjelaskan bahwa pandangan Intan terhalang kabut. Kemudian Intan melihat daun-daun yang basah, yang Ibu sebut sebagai embun. Ibu kemudian menjelaskan perbedaan kabut, embun, dan awan. Kita juga akan belajar tentang satuan tidak baku. Ternyata walaupun bendanya sama, satuan yang berbeda dapat memberikan hasil pengukuran yang berbeda, lho! Misalnya ketika menghitung panjang buku menggunakan klip kertas dan jengkal tangan. Jika kalian masih bingung, simak penjelasannya pada episode kali ini.

Muatan dan materi pembelajaran:

Literasi

  • Mengenal kabut.
  • Membaca interaktif.
  • Menjawab pertanyaan isi cerita “Dari Mana Kami Berasal?”.
  • Membaca BALIMA

Numerasi

  • Menentukan perkiraan hasil bilangan cacah.
  • Menggunakan satuan tidak baku yang berbeda dapat menghasilkan hasil pengukuran yang berbeda untuk benda yang sama.

Penguatan Karakter

SD Kelas 2

Tayangan:

Kabut

Sinopsis:

Kak Putri dan Nawa sedang berkendara dan melihat kabut di luar mobil. Apa itu kabut, dan bagaimana proses terjadinya? Nawa mengajak penonton menemukan jawabannya dari buku yang dibacanya: “Kabut dan Embun, Berbeda?”. Nawa senang karena menemukan kosakata baru seperti “Melayang-layang, Penglihatan, Kabut, dan Hilang”. Pada Konsep matematika, Nawa belajar tentang konsep pembagian dua menggunakan kertas dan kapas, dan dengan membagi empat biskuit ke dalam dua tempat makan. Sedangkan pada Eksplorasi Matematika, Nawa membuat percobaan dengan membagi kertas menjadi dua bagian sama besar dan mengisinya dengan kacang merah.

Muatan dan materi pembelajaran:

Literasi dan Numerasi

  • Siswa mampu menjawab pertanyaan pada pesan pagi.
  • Siswa mampu mengenali kabut.
  • Siswa mampu membaca lima kata.
  • Siswa mampu menentukan hubungan antara pembagian dua dengan pecahan setengah dengan menggunakan kacang merah atau yang lainnya dengan kertas berpetak dua.

Penguatan karakter

SD Kelas 3

Tayangan:

Kabut dan Embun

Sinopsis:

Hari ini, Dodi dan Shinta pulang dengan pakaian yang kotor. Dodi terjatuh karena pandangan matanya kabur terhalang oleh kabut. Karena itu, Kak Jo mengajak Dodi dan Shinta belajar tentang kabut dan embun dari buku berjudul “Apakah Kabut dan Embun Sama?”. Mereka lalu membuat percobaan sederhana mengenai terbentuknya kabut dari gelas yang diisi es. Kak Jo juga membantu Dodi dan Shinta mengerjakan tugas rumah tentang hubungan pembagian 2 dan 4 dengan pecahan setengah dan seperempat sambil mengajak penonton di rumah berhitung. Untuk proyek kreatif, Dodi dan Shina membuat awan Stratus dengan peralatan yang sudah disiapkan.

Muatan dan materi pembelajaran:

Literasi

  • Mengenal pengetahuan tentang kabut dan embun.
  • Menjelaskan perbedaan kabut dan embun.
  • Membaca lima kata dengan lancar dan nyaring.

Numerasi

  • Mengenal hubungan antara pembagian 2 dan 4 dengan pecahan setengah dan seperempat dengan menggunakan crayon dengan kertas berpetak 2 dan 4.

Penguatan Karakter

SD Kelas 4

Tayangan:

Selamatkan Lingkungan dengan Energi Alternatif

Sinopsis:

Rio yang sedang kelaparan kegirangan ketika Kak Zara memberikan sepiring nasi dengan sayur bayam dan ayam goreng. Menurut Kak Zara, kita bisa menanam bayam sendiri di rumah karena bayam ditanam di dataran rendah. Mereka lalu membaca bacaan berjudul “Bahan Bakar Baru di Negeri Mutiara”. Kak Zara mengajak Rio membuat kalimat dengan kosakata baru yang diperoleh dari bacaan tersebut. Pada segmen numerasi, Kak Zara membahas tentang keunikan segitiga yang diaplikasikan pada kincir angin dan panel surya. Rio lalu belajar konsep pengaplikasian segitiga dengan menghitung keliling sebuah bilah kincir angin yang berbentuk segitiga.

Muatan dan materi pembelajaran:

Literasi

  • Bacaan: “Bahan Bakar Baru di Negeri Mutiara”.
  • Kosakata baru.
  • Melengkapi kalimat rumpang.

Numerasi

  • Luas permukaan segitiga.
  • Konsep segitiga dan keunikannya.
  • Bilah kincir angin keliling dan luas segitiga.

Penguatan Karakter

  • Bernalar kritis.
  • Kreatif.
  • Mandiri.

SD Kelas 5

Tayangan:

Panas Bumi dan Panas Matahari

Sinopsis:

Kak Yohana mengajak kita membahas geotermal atau panas bumi, yaitu energi panas yang berasal dari dalam Bumi. Energi ini terbentuk karena ada panas yang tersimpan. Nah, kita akan menyaksikan bagaimana proses mendapatkan energi panas ini melalui cerita “Berburu Panas Bumi”. Kita juga akan belajar kosakata baru lewat permainan seru memasangkan kata dan belajar tentang cara PLTA menghasilkan listrik! Di segmen numerasi, kita akan membuat perkiraan bagian luas dalam persegi panjang, mencoba menyimpulkan model jaring-jaring kubus, dan berlatih menyelesaikan soal cerita dengan menerapkan volume bangun ruang. Yuk, kita simak bersama!

Muatan dan materi pembelajaran:

Literasi

  • Memahami tentang energi geotermal atau energi panas bumi dan bagaimana proses mendapatkannya.
  • Menyimak cerita “Berburu Panas Bumi”.
  • Menemukan kosakata baru: Teropong, Geolog, Batuan, Asap, Geotermal.
  • Menemukan informasi cara PLTA dalam menghasilkan energi listrik.

Numerasi

  • Memprakirakan luas persegi panjang berdasarkan gambar.
  • Memahami proses pembangkit listrik yang berasal dari tenaga air.
  • Menerapkan volume bangun ruang dalam soal cerita.
  • Menyimpulkan model jaring-jaring kubus.

Penguatan Karakter

  • Berakhlak mulia kepada alam (kepedulian pada lingkungan; hemat energi), berpikir kreatif, berpikir kritis, semangat pantang menyerah, mandiri.

SD Kelas 6

Tayangan:

Sumber Energi Alternatif Angin

Sinopsis:

Rena bertanya pada Bunda tentang tugas membuat reklame tentang energi alternatif dengan membuat gambar bangun ruang menyerupai kubus, balok, prisma atau limas. Bunda jadi teringat artikel tentang seorang anak bernama William Kwankamba di Negara Malawi, Benua Afrika, yang menemukan sumber energi alternatif dari angin. Rena jadi terdorong ingin menulis surat untuk temannya yang tinggal di Belanda. Sebab, di Belanda banyak kincir angin yang digunakan sebagai sumber energi. Lewat penulisan surat ini, Rena belajar banyak kosakata baru, lho! Rena juga belajar menghitung kelipatan baling-baling yang ada dalam turbin. Pokoknya, banyak sekali ilmu yang didapatkan Rena!

Muatan dan materi pembelajaran:

Literasi

  • Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
  • Memahami arti peribahasa “Sekali Dayung Dua Tiga Pulau Terlampaui”.
  • Keunggulan dan kelemahan proses mengolah sampah menjadi listrik.
  • Teks eksplanasi.
  • Kata hubung (konjungsi) dalam teks eksplanasi.
  • Menulis teks eksplanasi menggunakan kerangka acuan.

Numerasi

  • Menghitung luas permukaan bangun ruang kubus dan balok.
  • Membandingkan volume dan luas permukaan bangun ruang.
  • Menghitung panjang rusuk kubus jika diketahui luas permukaannya.

Penguatan Karakter

  • Berkebhinekaan global, berakhlak mulia, dan bernalar kritis.

https://edukasi.kompas.com/read/2021/06/17/170500271/panduan-belajar-dari-rumah-di-tv-edukasi-sd-kelas-1-6-kamis-17-juni-2021

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke