Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tertarik Jurusan Teknik Lingkungan, Ini Daftar Kampus dan Prospek Kerjanya

KOMPAS.com - Salah satu Fakultas paling banyak diminati di rumpun Saintek yakni Fakultas Teknik. Beberapa program studi yang cukup populer dan banyak dipilih calon mahasiswa seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin dan Teknik Industri.

Tapi, tahukah kamu jika ada juga prodi yang tak kalah menarik, yaitu Teknik Lingkungan. Meski tidak begitu populer dibandingkan prodi lainnya, namun peluang kerja Teknik Lingkungan ini juga terbuka lebar lho.

Merangkum dari salah satu platform edukasi Ruang Guru, Teknik Lingkungan secara garis besar belajar tentang alam beserta makhluk hidup di dalamnya.

Mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan selama kuliah akan mempelajari bagaimana mengolah sumber daya alam.

Teknik lingkungan mempelajari hal ini

Seperti air, tanah, dan udara, tanpa harus mengeksploitasi dan membahayakan alam beserta makhluk yang hidup di dalamnya.

Menjaga keseimbangan alam ini tentu sangat penting karena saat ini populasi manusia di dunia semakin meningkat tiap tahunnya.

Data terakhir World Bank menyebutkan populasi dunia mencapai angka 7.6 miliar pada 2019 yang sebelumnya sekitar 7.5 miliar pada tahun 2017 dan 2018.

Namun, sumber daya alam yang mendukung kehidupan manusia juga terbatas. Inilah yang membuat pentingnya mengolah sumber daya agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari, seperti bencana alam.

Di samping itu, risiko pencemaran lingkungan akibat sektor industri terhadap kehidupan manusia juga perlu diwaspadai.

Materi kuliah Teknik Lingkungan

Terkait materi kuliah, di tiap universitas memiliki perbedaan. Namun secara garis besar, materi Teknik Lingkungan akan mencakup beberapa hal yang sama, seperti:

  • Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), dan Sistem Penyaluran Air Minum (Universitas Airlangga).
  • Perencanaan Penyediaan Air Minum (Universitas Diponegoro).

Selain itu, materi Teknik Lingkungan ada yang mencakup mata kuliah tentang hukum. Contohnya di jurusan Teknik Lingkungan ITB, Undip, Universitas Mulawarman, dan Unair ada materi tentang Kebijakan Hukum dan Lingkungan.

Harapannya lulusan Teknik Lingkungan juga dapat mengkaji pembangunan industri yang sesuai dengan hukum berlaku.

PTN yang miliki jurusan Teknik Lingkungan

Mata kuliah yang ada di Teknik Lingkungan yaitu tentang pengelolaan limbah. Secara spesifik, mata kuliah ini biasanya diberi nama Pengelolaan Limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya).

Mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan nantinya akan belajar mengenai jenis-jenis limbah. Termasuk bagaimana mengolahnya agar tidak membahayakan kehidupan manusia, makhluk hidup lain maupun alam di sekitarnya.

Menjelang akhir masa perkuliahan, mahasiswa didorong untuk melakukan praktik kerja atau magang untuk mengaplikasikan teori yang sudah dipelajari.

Beberapa perguruan tinggi yang memiliki jurusan Teknik Lingkungan, antara lain:

1. Institut Teknologi Bandung 

2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember 

3. Universitas Indonesia

4. Universitas Diponegoro

5. Universitas Airlangga

6. Universitas Mulawarman

Prospek kerja Teknik Lingkungan

Banyak sekali kesempatan atau prospek kerja Teknik Lingkungan. Mau kerja di non-governmental organization (NGO), seperti WALHI.

Lulusan Teknik Lingkungan juga bisa bekerja di perusahaan multinasional. Di sektor industri lulusan Teknik Lingkungan juga banyak dicari karena perusahaan membutuhkan orang yang andal dan memiliki kemampuan di bidang K3.

Lulusan Teknik Lingkungan juga bisa bekerja di instansi pemerintah. Ada Kementerian ESDM (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral) dan juga BPLH (Badan Pengelola Lingkungan Hidup), serta instansi lain terkait.

https://edukasi.kompas.com/read/2021/06/27/141719371/tertarik-jurusan-teknik-lingkungan-ini-daftar-kampus-dan-prospek-kerjanya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com