Salin Artikel

Kisah Guru TK Mengabdi Puluhan Tahun untuk Ladang di Akhirat

KOMPAS.com - Bisa dibilang, banyak guru di Indonesia memperoleh gaji tidak besar. Tapi, mereka memiliki tujuan utama, yakni memperoleh ladang pahala di akhirat.

Hal itu tercermin dari banyaknya guru di kota-kota besar Indonesia yang memperoleh gaji sebesar Rp 400 ribu per bulan.

Namun, mereka tetap bersyukur atas rezeki yang diberikan Tuhan.

Dengan rasa syukur itu, membuat kebutuhan hidup seharinya terasa cukup.

Salah satu guru yang selalu bersyukur atas gaji yang didapat, yakni Ibu Dina.

Dia adalah seorang guru TK Al-Hidayah di daerah Tangerang Selatan, Banten.

Saat Kompas.com mengunjungi TK Al-Hidayah, Dina mengaku menjadi guru TK sudah selama 21 tahun. Tepatnya, sejak tahun 2000.

Dia memilih menjadi guru TK, karena panggilan hati.

Sebab, dia sangat menyukai anak-anak kecil yang masih suci dari dosa.

"Kalau saya ditengah anak-anak, serasa beban hidup yang ada di saya hilang. Saya bisa selalu tertawa dengan anak-anak, dan kalau melihat mereka tuh rasanya senang sekali," ucap Dina kepada Kompas.com, Selasa (12/10/2021).

Dina menyatakan, mengajar siswa dan siswi TK sangat menyenangkan, tapi tetap ada tantangan yang dipikulnya setiap hari.

"Tantangannya, saya harus bisa lebih sabar, karena harus bisa menyelami keadaan anak-anak dari mood mereka, kebiasaan-kebiasaan mereka, dari apa yang mereka inginkan," jelas wanita kelahiran Jakarta tahun 1979.

Menjadi guru, selain memperoleh rezeki di dunia, tapi dapat pula pahala di akhirat.

Itu karena ilmu yang diajarkan kepada anak-anak bisa digunakan mereka sampai besar.

"Jadi saya mengajarkan pelajaran, doa, surat-surat Al-Quran, bacaan shalat, bacaan doa harian, maka setidaknya bisa memperoleh pahala, karena mereka akan praktikkan mulai dari kecil sampai besar," tegas dia.

Karakteristik anak-anak TK

Terkait karakteristik anak-anak TK, sambung dia, itu bermacam-macam. Ada yang pemalu, berani, dan polos.

Dengan banyaknya karakteristik itu, membuat banyak guru tertawa dan bahagia.

"Jadi macam-macam yah, tahu-tahu mereka ngambek, kita harus hadapi. Apalagi kalau kita dihadapkan dengan anak yang punya berkebutuhan khusus, seperti autis dan sangat aktif, maka harus lebih ekstra menghadapinya. Tapi, pada akhirnya kita akan senang, karena kita berhasil menghadapinya," ujarnya.

Sama halnya dengan Dina, guru TK bernama Dian ini mempunyai pandangan yang sama menjadi guru.

Saat menjadi guru, nantinya akan memperoleh rezeki di dunia dan amal pahala di akhirat. Hal itu diperoleh dari ilmu yang diajarkan kepada anak-anak.

"Jadi itu, makanya saya menjadi guru. Karena panggilan hati dan hobi, serta memang tujuannya untuk akhirat kelak," terang Dian yang juga guru di TK Al-Hidayah.

Apalagi guru terkenal dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa. Jadi memang spesial sekali menjadi guru.

"Jika negara tidak ada pendidik seperti saya menjadi guru TK, mau dibawa ke mana calon generasi penerus bangsa. Jadi saya lebih berpikir ke situ, agar generasi bangsa terus memiliki ilmu sejak dini," terang Dian.

Pembelajaran anak-anak TK

Kebanyakan, sebut Dian, anak-anak TK lebih diutamakan mengenal adab dan akademis secara sederhana.

Dengan mengenal adab sejak kecil, maka akhlaknya akan terbentuk dengan baik.

"Ketika tidak ada adab, itu yang ditakutkan, apalagi kita juga seorang orangtua yang punya tanggung jawab besar ke anak-anak. Jadi mengajarkan adab itu penting," tukas guru TK yang sudah mengabdi 14 tahun ini.

https://edukasi.kompas.com/read/2021/10/14/104602871/kisah-guru-tk-mengabdi-puluhan-tahun-untuk-ladang-di-akhirat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.