Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Siswa, Hindari Konflik dengan 4 Cara Ini

KOMPAS.com - Indonesia, terdiri dari banyak suku, banyak agama, ras, dan karena jumlah masyarakatnya yang banyak maka banyak juga pandangan politik, sosial dan sebagainya.

Pada akhirnya, tak memungkinkan Indonesia bisa terhindar dari konflik-konflik sosial. Tetapi, apakah kamu tahu arti konflik itu sendiri?

Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.

Konflik sosial sendiri adalah pertentangan antaranggota masyarakat yang bersifat menyeluruh dalam kehidupan.

Konflik sosial bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Inti dari penyebab konflik adalah adanya perbedaan.

Mulai dari faktor perbedaan pandangan antar individu atau kelompok, perbedaan latar belakang kebudayaan, perbedaan kepentingan, maupun perubahan nilai-nilai secara cepat.

Akibat yang ditimbulkan dari perpecahan konflik sosial juga bermacam-macam mulai dari yang positif hingga negatif.

Dampak positif dari adanya konflik sosial adalah meningkatnya solidaritas sesama anggota kelompok seperti yang terjadi pada peristiwa Pertempuran Surabaya. Dalam peristiwa tersebut, rakyat Kota Surabaya bersatu menghadapi tentara Inggris.

Namun, dampak negatif yang ditimbulkan juga tidak bisa disepelekan. Keretakan hubungan antardua pihak mungkin tak terhindarkan.

Bahkan, lebih buruknya lagi konflik sosial bisa menyebabkan rusaknya harta benda atau hilangnya nyawa manusia.

Oleh karena itu, konflik sosial sebisa mungkin haruslah dihindari agar tidak menimbulkan pertikaian yang dapat menimbulkan dampak negatif.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya konflik sosial.

Berikut caranya, dilansir dari laman Direktorat SMP, Jumat (4/2/2022).

4 cara menghindari konflik

Setidaknya ada 4 cara dalam menghindari konflik. Ini penting bagi siswa, agar bisa meredam emosi.

1. Menghindar

Terkadang, seseorang akan merasa tidak ada manfaatnya apabila terus melanjutkan konflik dengan individu atau kelompok lainnya.

Salah satu kemungkinan adalah tahu bahwa dirinya tidak akan menang dalam konflik sosial tersebut. Maka dari itu menghindar adalah salah satu jalan untuk mencegah konflik.

2. Menyesuaikan keinginan pihak lawan

Diantara konflik individu dan kelompok, ada orang-orang yang lebih suka perdamaian.

Seseorang yang cinta damai, khawatir apabila konflik berlanjut maka ada orang lain yang akan terluka dan hal itu akan menghancurkan hubungan pribadi dengan orang tersebut.

Maka dari itu lebih baik memilih untuk mengorbankan kepentingan pribadi demi menjaga keharmonisan hubungan.

3. Tawar-menawar

Ini adalah cara yang paling ideal untuk menyelesaikan konflik sosial yang terjadi. Kedua belah pihak saling bertemu untuk melakukan tawar-menawar dalam penyelesaian konflik.

Dalam proses tawar-menawar, individu akan mengorbankan sebagian tujuannya dan meminta lawan konflik mengorbankan sebagian tujuannya juga sehingga keadilan bisa diterima oleh kedua belah pihak.

4. Kolaborasi

Selain tawar-menawar, konflik sosial juga bisa diselesaikan dengan cara kolaborasi. Kolaborasi memandang konflik sebagai masalah yang harus diselesaikan.

Berusahalah memulai sebuah pembicaraan yang dapat mengenali konflik sebagai suatu masalah dan mencari pemecahan yang bisa diselesaikan dengan cara kolaborasi dua pihak.

Itulah tadi cara-cara menghindari konflik sosial. Perlu diingat, pluralisme dan konflik sosial adalah hal yang sulit terhindarkan di masyarakat Indonesia.

Namun sebagai individu, kamu bisa melakukan tindakan-tindakan untuk menghindari pecahnya konflik sosial yang dapat merugikan banyak pihak.

Jangan sampai perbedaan yang ada justru menimbulkan konflik sosial yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan. Tetap berusahalah untuk menjadi individu yang cinta akan kedamaian demi terciptanya kerukunan dan persatuan.

https://edukasi.kompas.com/read/2022/02/04/154600371/siswa-hindari-konflik-dengan-4-cara-ini

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke