Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Daftar UTBK 2022? Cek Prodi Paling Ketat di SBMPTN 3 Tahun Terakhir

KOMPAS.com - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah membuka pendaftaran Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) 2022.

Siswa sudah bisa mendaftar UTBK SBMPTN 2022 hingga 15 April 2022 mendatang. Sebelum mendaftar UTBK SBMPTN 2022 alangkah lebih baik jika siswa sudah menentukan jurusan yang akan dipilih.

Siswa butuh banyak pertimbangan sebelum memilih jurusan kuliah. Selain harus sesuai dengan minat, bakat dan potensi diri, siswa juga perlu mempertimbangkan tingkat keketatan hingga prospek kerja setelah lulus.

Melansir dari salah satu platform edukasi di Instagram @masukampus, Minggu (3/4/2022), ada jurusan Saintek dan Soshum di sejumlah perguruan tinggi dengan persaingan paling ketat di SBMPTN 2019, 2020 dan 2021.

Prodi paling ketat SBMPTN 2019

Rumpun Saintek

1. Farmasi Universitas Negeri Semarang tingkat keketatan 1:77

2. Teknologi Informasi Universitas Negeri Yogyakarta tingkat keketatan 1:73

3. Farmasi Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta tingkat keketatan 1:55

4. Farmasi Universitas Syiah Kuala tingkat keketatan 1:52

5. Gizi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tingkat keketatan 1:43

Rumpun Soshum

1. Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta tingkat keketatan 1:49

2. Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta tingkat keketatan 1:45

3. Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia tingkat keketatan 1:45

4. Manajemen Universitas Negeri Jakarta tingkat keketatan 1:40

5. Pariwisata Universitas Gadjah Mada tingkat keketatan 1:39

Prodi paling ketat SBMPTN 2020

Rumpun Saintek

1. Teknik Informatika Universitas Padjadjaran tingkat keketatan 1:77

2. Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro tingkat keketatan 1:58

3. Kedokteran Universitas Gadjah Mada tingkat keketatan1:57

4. Pendidikan Dokter Universitas Indonesia tingkat keketatan 1:56

5. Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada tingkat keketatan 1:51

Rumpun Soshum

1. Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia tingkat keketatan 1:124

2. Hubungan Internasional Universitas Indonesia tingkat keketatan 1:90

3. Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tingkat keketatan 1:87

4. Manajemen Universitas Padjadjaran tingkat keketatan 1:86

5. Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta tingkat keketatan 1:83

Prodi paling ketat SBMPTN 2021

Rumpun Saintek

1. Teknik Informatika Universitas Padjadjaran tingkat keketatan 1:88

2. Farmasi Universitas Sebelas Maret tingkat keketatan 1:87

3. Teknik Informatika Universitas Sebelas Maret tingkat keketatan 1:71

4. Kedokteran Universitas Sebelas Maret tingkat keketatan 1:62

5. Pendidikan Dokter Universitas Indonesia tingkat keketatan 1:56

Rumpun Soshum

1. Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia tingkat keketatan 1:124

2. Manajemen Universitas Padjadjaran tingkat keketatan 1:87

3. Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia tingkat keketatan 1:79

4. Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia tingkat keketatan 1:70

5. Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta tingkat keketatan 1:67

Demikian prodi Saintek dan Soshum dengan persaingan paling ketat di SBMPTN 2019, 2020 dan 2021. Jika ada salah satu prodi pilihanmu, siswa harus berusaha lebih maksimal agar bisa lolos di UTBK SBMPTN 2022.

https://edukasi.kompas.com/read/2022/04/03/095748671/daftar-utbk-2022-cek-prodi-paling-ketat-di-sbmptn-3-tahun-terakhir

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com