Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Belajar Matematika Bisa dengan Alat Musik Gamelan, Seperti Apa?

KOMPAS.com - Matematika merupakan mata pelajaran wajib mulai jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Bahkan, di bangku kuliah matematika tetap ada dan tetap dipelajari mahasiswa. Meski sulit, belajar matematika mampu melatih siswa untuk dapat berpikir realistis, kritis, praktis, sistematis, dan kreatif.

Namun tak sedikit siswa yang menganggap bahwa matematika itu salah satu pembelajaran yang sulit, abstrak, membosankan, menakutkan dan susah dipahami.

Biasanya, kendala belajar matematika karena kurang tepatnya cara penyampaian pembelajaran sehingga banyak siswa yang merasa kesulitan dalam belajar matematika.

Agar mudah mempelajari matematika, harus ada inovasi unik atau cara belajar yang seru. Misalnya, lewat etnomatematika gamelan Jawa.

Etnomatematika dapat digunakan untuk menjelaskan realitas hubungan antara budaya lingkungan dan matematika sebagai rumpun ilmu pengetahuan.

Dengan menggunakan pendekatan pembelajaran etnomatematika di sekolah, siswa tidak hanya bisa menjadikan gamelan Jawa sebagai salah satu media dalam pembelajaran matematika tetapi juga dapat melestarikan gamelan Jawa itu sendiri.

Selain itu pembelajaran matematika yang dipelajari melalui kebudayaan lokal membuat matematika lebih menarik dan mudah dipelajari.

Lalu, bagaimana caranya belajar matematika lewat gamelan jawa?

Tim dari Universitas Negeri Yogyakarta atau UNY, yakni mahasiswa FMIPA UNY Galang Sumantri prodi matematika dan Anisa Fatma Kurnia Sari prodi pendidikan matematika mengeksplorasi etnomatematika pada gamelan Jawa sebagai media belajar matematika lewat penelitian mereka.

Menurut Galang Sumantri di dalam gamelan jawa saja siswa bisa belajar matematika khususnya geometri. “Dari hasil observasi dan studi literatur diperoleh hasil bahwa terdapat unsur-unsur matematika pada alat musik gamelan Jawa” katanya dilansir dari laman UNY.

Bentuk-bentuk gamelan juga bisa dipelajari siswa saat belajar bangun datar dan bangun ruang pada matematika.

Misalnya, bentuk gamelan yang berupa persegi, persegi panjang, lingkaran, bola, trapesium, tabung, dan kerucut terpancung.

Anisa Fatma Kurnia Sari, salah satu anggota tim menjelaskan alat musik dalam gamelan Jawa yang mereka pelajari unsur matematikanya adalah bonang, gambang, demung, gender, bendha, kendang, rebab dan suling.

“Bonang adalah gamelan pukul yang memiliki ciri-ciri berbentuk cembung, mencekung di bagian tengah dan terdapat setengah bola di atasnya” kata Anisa.

Bonang terdiri dari 2 jenis, yaitu bonang barung yang berfungsi untuk membuka atau memulai penyajian pada gending-gending tertentu serta menghias lagu, dan bonang penerus sebagai penghias lagu.

Unsur matematika pada bonang ini adalah adalah bangun datar (persegi panjang, persegi, lingkaran), bola, dan kekongruenan.

Sedangkan demung adalah gamelan pukul yang memiliki ciri-ciri berbentuk kumpulan trapesium yang berjumlah 6 buah dengan ukuran mengecil mengikuti tangga nada.

Demung berfungsi sebagai pengisi melodi utama atau sebagai penegas yang menunjukkan lagu yang sesungguhnya. Unsur matematika yang terdapat pada gamelan demung ini adalah trapesium dan kesebangunan.

Begitu pula yang terdapat pada alat musik gambang dan gender. Sementara pemukul gender yang dinamai bendha memiliki unsur matematika tabung dan lingkaran.

Sementara di alat musik Kendang, gamelan yang dipukul menggunakan kedua tangan pada kedua sisinya yang berbentuk gabungan dua kerucut terpancung. Kendang di setiap sisinya berbentuk lingkaran dengan ukuran berbeda yang ditutupi dengan membran kulit.

"Dalam musik gamelan, kendang adalah pamurba irama yang berfungsi sebagai pengatur irama dan tempo gending yang dimainkan. Jadi gamelan berfungsi untuk memulai, memperlambat, mempercepat, dan memberi tanda akan berakhirnya gending," tambahnya.

Unsur matematika yang terdapat pada kendang adalah kerucut terpancung, tabung, dan lingkaran.

Kemudian ada Rebab atau gamelan gesek dengan ciri-ciri berbentuk seperti gitar yang badannya menyerupai segitiga dengan kepala runcing dan memiliki 2 gagang tangan yang panjang.

Rebab memiliki dua atau tiga utas dawai yang terbuat dari logam/tembaga. Dalam gamelan jawa, fungsi rebab tidak hanya sebagai pelengkap untuk mengiringi nyanyian sinden, tetapi juga berfungsi untuk menuntun lagu, terutama ketika tabuhannya lirih. Unsur matematika yang terdapat pada gamelan rebab adalah sudut, segitiga, dan garis tegak lurus.

Alat musik gamelan Jawa yang terakhir diteliti adalah suling, yaitu gamelan tiup yang terbuat dari bambu dengan ciri-ciri berbentuk tabung tanpa tutup dan badannya berlubang sesuai tangga nada.

Suling terdiri dari dua jenis, yaitu suling slendro dan suling pelog. Perbedaannya adalah pada letak dan jumlah lubangnya, suling slendro mempunyai empat lubang sedangkan suling pelog mempunyai lima lubang.

"Biasanya suling memainkan melodi tersendiri yang berfungsi sebagai pangrengga atau penghias lagu. Unsur matematika yang terdapat pada suling adalah tabung," tambahnya lagi.

Mahasiswa Kalasan Sleman tersebut juga mengatakan sekolah bisa mencoba menggunakan Gamelan Jawa untuk dilestarikan sekaligus untuk media belajar perspektif etnomatematika.

https://edukasi.kompas.com/read/2022/04/05/110000771/belajar-matematika-bisa-dengan-alat-musik-gamelan-seperti-apa-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke