Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Langkah Mendirikan Startup ala Akademisi UNS

KOMPAS.com - Mahasiswa kini tak sekedar hanya menuntut ilmu saja di bangku kuliah. Tetapi juga harus bisa mengembangkan skill, salah satunya berwirausaha.

Bahkan, ada pula yang didorong untuk mendirikan startup. Seperti pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Guna memfasilitasi hal tersebut, FEB UNS mengadakan sejumlah acara, salah satunya webinar bertajuk “Merintis Startup Saat Masih Kuliah, Kenapa Enggak?” secara daring pada Jumat (8/4/2022).

Menurut Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah S.E., M.Si., pihaknya sangat mendukung para mahasiswa untuk dapat mengembangkan startup sejak kuliah.

Karenanya, webinar ini merupakan salah satu cara untuk mendukung mahasiswa dapat mendirikan startup.

Dikatakan, mahasiswa kini tidak perlu khawatir mengenai pendanaan karena FEB akan membantu mencarikan dana. Namun, startup yang akan mendapat pendanaan harus melewati seleksi tertentu.

"Kami berharap mahasiswa di FEB UNS bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan yang produktif, apalagi sekarang peluangnya luar biasa," ujarnya dikutip dari laman UNS, Senin (18/4/2022).

Adapun narasumber webinar ialah Kepala Divisi Startup dan Inkubasi UNS, Catur Sugiarto, S.E., M.S.M., Ph.D., Doktor muda lulusan Aix Marseille University, Prancis.

Menurut dia, startup merupakan salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk berwirausaha. Catur menilai mahasiswa memiliki potensi besar untuk mengembangkan startup.

"Potensi yang dimiliki mahasiswa saat ini sangat besar dan startup saya kira menjadi satu istilah dan model bisnis yang relevan di era saat ini, di era digital, di era pandemi untuk menjadi solusi permasalahan berbagai pihak," terang Catur.

5 langkah mendirikan startup

Ia menjelaskan 5 langkah mendirikan startup, yakni:

1. Harus dimulai dengan membangun sebuah tim. Sebuah tim berpengaruh dalam perkembangan startup ke depan.

Bentrok antaranggota tim dikatakan Catur sebagai sebuah fase yang wajar dialami oleh startup.

2. Setelah memiliki tim, langkah selanjutnya yang harus dilakukan yakni menemukan solusi untuk masalah yang tepat.

Catur mengatakan bahwa startup hadir untuk memberikan solusi atas suatu permasalahan di masyarakat. Untuk itu, perlu diperdalam masalah apa yang ingin diselesaikan dan solusi apa yang tepat diterapkan.

3. Sebelum berbicara masalah pasar, penjualan, atau bisnis model, maka kita harus memetakan dulu solusi apa yang akan kita berikan kepada pengguna (user).

4. Usai menemukan solusi, perintis usaha rintisan (startup) ini perlu melakukan validasi atas produk yang akan dirilis. Sejumlah eksperimen diperlukan sebelum produk benar-benar tervalidasi.

5. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan yakni membuat product market fit dan business model fit.

Untuk menjalankan kedua hal ini, para perintis usaha rintisan tidak hanya memerlukan hard skill, tetapi juga soft skill.

https://edukasi.kompas.com/read/2022/04/19/100128171/5-langkah-mendirikan-startup-ala-akademisi-uns

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke