Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Kesalahan yang Bikin Gagal Dapat Beasiswa Terus-menerus

KOMPAS.com - Setiap tahunnya, ada ribuan, bahkan mungkin puluhan ribu siswa dan mahasiswa yang mencoba mengajukan beasiswa.

Saat ini di Indonesia ada puluhan, bahkan ratusan pihak yang memberikan kesempatan pada siswa dan mahasiswa.

Baik jenjang S1, S2 atau S3, dalam dan luar negeri. Para pemberi beasiswa itu mulai dari pemerintah, perusahaan swasta, BUMN, LSM nasional dan internasional, serta perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Dari sekian banyak pendaftar, tak jarang banyak yang gagal meraih beasiswa. Meski gagal sekali, kesempatan kedua atau ketiga masih ada bagi para pemburu beasiswa.

Namun dengan catatan, masih sesuai dengan kriteria yang diajukan pemberi beasiswa. Hal yang umum jadi kendala tak lagi bisa mendaftar beasiswa misalnya umur.

Tetapi, jika kamu ingin berhasil meraih beasiswa, tentunya siswa dan mahasiswa harus memilih dengan selektif, beasiswa yang sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya.

Ada tips dari Abdul Kahar yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbud Ristek.

Ia merangkum trik dan tips mendapatkan beasiswa dalam bukunya yang berjudul
“Beasiswa Pemutus Mata Rantai Kepemimpinan”.

Selain itu, berdasarkan pengalamannya yang pernah menjabat sebagai salah satu direktur di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, tentunya ada alasan kenapa seorang pendaftar beasiswa berhasil dan yang lainnya gagal. Berikut beberapa kesalahan pendaftar beasiswa, yang harus kamu tahu. 

5 alasan gagal mendapatkan beasiswa

1. Kurang selektif dalam memilih beasiswa

Tak sedikit pendaftar beasiswa yang asal mendaftar suatu beasiswa tanpa mempertimbangkan potensi dan kompetensinya yang sesuai dengan kriteria beasiswa.

Padahal, melihat kriteria, potensi, dan kompetensi yang diberikan pemberi beasiswa itu penting sekali. Sebab, beberapa beasiswa memang mengkhususkan beberapa hal untuk kesinambungan ke depan.

2. Tidak melengkapi dokumen yang diminta penyelenggara beasiswa

Dokumen, yang dalam hal ini kelengkapan berkas administrasi sangat penting. Pendaftar beasiswa banyak gagal karena tidak melengkapi berkas administrasi yang diminta.

Maka dari itu, cek ulang persyaratan berkas-berkas yang dibutuhkan agar tak ada yang terlewat.

3. Tidak mahir dalam menulis resume atau esai

Tak sedikit pendaftar gagal meraih beasiswa karena tidak mampu menulis resume atau esai dengan baik.

Resume atau esai berisikan pengalaman yang paling menonjol yang pernah dilakukan pendaftar, aktivitas yang pernah dan sedang dijalani dan alasan yang kuat untuk mendapatkan beasiswa.

4. Tidak memberi kesan yang kuat saat wawancara

Salah satu tahapan seleksi dalam peraihan beasiswa adalah wawancara.

Pendaftar perlu paham, tujuan wawancara ini adalah menilai kepribadian dan meyakinkan pewawancara, bahwa apa yang tertulis dalam aplikasi sesuai dengan kenyataan.

5. Kurang gigih dan gampang menyerah

Banyak pendaftar menyerah dalam menjalani proses seleksi. Baik saat melengkapi persyaratan adminsitrasi maupun dalam proses seleksi. Alasannya, karena prosesnya yang dianggap rumit dan membebani pikiran serta mental.

Untuk itu, pendaftar perlu mempersiapkan diri, baik mental, fisik, maupun pengetahuan sebelum mengajukan permohonan beasiswa.

keberhasilan meraih beasiswa tidak semata karena faktor pendaftar. Upaya mendapatkan beasiswa merupakan rangkaian panjang yang melibatkan banyak pihak, seperti keluarga, pembuat regulasi, dan juga pihak sekolah atau kampus.

Kesemua pihak itu harus menyiapkan dan memberi pendampingan pada calon penerima beasiswa. Salah satunya, pihak keluarga perlu terus memberikan pendampingan moral dan mental.

https://edukasi.kompas.com/read/2022/05/21/083107471/5-kesalahan-yang-bikin-gagal-dapat-beasiswa-terus-menerus

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke