Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara Kreatif Sekolah Buat Siswa Gemar Membaca, dari Ojek Baca hingga Gerabah

KOMPAS.com - Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) di tahun 2018 lalu, sekitar 70 persen siswa Indonesia memiliki kemampuan membaca di bawah strandar minimum.

PISA milik Indonesia, secara berturut-turut skor untuk Membaca, Matematika, dan Sains adalah 371, 379, dan 396. Membuat Indonesia menempati peringkat ke-74 dari 79 negara.

Meski begitu, semangat untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa begitu terasa saat mengunjungi sejumlah sekolah di Jambi.

Bukan melalui perpustakaan modern atau teknologi terkini, melainkan dengan kreativitas dan semangat guru serta kepala sekolah dalam menghadirkan cara-cara kreatif membangun budaya baca di lingkungan sekolah.

Cara-cara kreatif dalam peningkatan literasi yang telah dilakukan sejumlah sekolah di Jambi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara sekolah melalui pemerintah daerah dengan Tanoto Foundation melalui Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR).

Program PINTAR bertujuan mendukung Indonesia menjadi salah satu dari lima negara dengan peningkatan nilai PISA terbaik di tahun 2030.

Dari Ojek Baca hingga Gerabah, berikut cara-cara kreatif sekolah binaan Tanoto Foundation di Jambi untuk tingkatkan minat baca siswa:

Menjemput bola

Bagi Anita Sriyuanti, Kepala Sekolah SMPN 12 Tanjung Jabung Timur, kegemaran membaca harus dimulai dengan membangun kebiasaan.

Ibarat tak kenal maka tak sayang, menurut Anita, siswa harus dikenalkan dengan banyak bahan bacaan, dengan banyak buku, untuk akhirnya menemukan apa yang membuat mereka ingin membaca dan terus membaca.

Dengan bimbingan dan dukungan yang didapatnya dari Tanoto Foundation, SMPN 12 Tanjung Jabung Timur mampu menghadirkan perpustakaan yang terakreditasi oleh Perpustakaan Nasional pada tahun 2021.

"Ini adalah perpustakaan sekolah yang mendapat akreditasi dari Perpustakaan Nasional dan mendapatkan nilai B di tahun 2021 kemarin dan satu-satunya sekolah di Tanjung Jabung Timur yang perpustakaannya terakreditasi B," ungkapnya.

Bahkan, perpustakaan SMPN 12 Tanjung Jabung Timur pernah meraih juara 1 lomba perpustakaan tingkat Kabupaten lima kali berturut-turut.

Capaian ini diraih SMPN 12 Tanjung Jabung Timur karena memiliki banyak koleksi buku dan tata kelola yang baik. Termasuk menganggarkan Dana BOS untuk perpustakaan.

"Setiap tahun kami menganggarkan dari Dana BOS itu 20 persen untuk beli buku. Kami harus punya banyak buku selain buku paket, seperti buku untuk anak. Kami juga pernah menerima buku dari Perpustakaan Nasional dan sumbangan dari orangtua," ucapnya.

Hingga kini, jumlah buku di perpustakaan SMPN 12 Tanjung Jabung Timur mencapai 15.000 judul. Dari total 15.000 judul itu, sebanyak 5.000 judul adalah karya fiksi. Anita mengungkap, para siswa paling menggemari buku fiksi.

Tak berhenti di situ, Anita mengatakan bahwa sekolah juga memiliki program Ojek Baca (Oca).

"Duta baca sekolah kami akan berkeliling mengedarkan buku, kemudian anak-anak yang beristirahat di bawah pohon mereka bisa baca buku," ujarnya.

Ini menjadi upaya sekolah mendekatkan buku kepada siswa saat tidak sempat datang ke perpustakaan.

Keragaman jenis buku dan upaya kreatif Ojek Baca membuat minat baca siswa meningkat hingga 90 persen.

Membaca bahagia

Masih di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tepatnya di SMPN 17 Tanjung Jabung Timur, ada program Gerakan Membaca Bahagia (Gerabah).

Program ini dilakukan secara rutin setiap Selasa, Rabu dan Kamis selama 10 menit guna menggalakkan kegiatan literasi sekolah.

Kepala SMPN 17 Tanjung Jabung Timur mengatakan, dalam program membaca bahagia selama 10 menit ini, siswa dibebaskan memilih buku kegemarannya. Bisa membaca koleksi pribadi maupun buku-buku dari perpustakaan sekolah.

Tak hanya itu, budaya literasi juga dibangun melalui pembuatan Mading Kelas yang cukup aktif.

Melalui mading kelas, siswa diberi kesempatan untuk membagikan informasi penting terkait pelajaran ataupun memamerkan hasil karya tulis yang berkaitan dengan pendidikan.

Siswa tampak aktif mengisi Mading Kelas dengan informasi, puisi, cerpen, hingga pantun. Nantinya, sekolah rutin memberikan penghargaan untuk Mading Kelas terbaik.

https://edukasi.kompas.com/read/2022/10/25/132957171/cara-kreatif-sekolah-buat-siswa-gemar-membaca-dari-ojek-baca-hingga-gerabah

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com