Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ramai Peminat, Ini Keuntungan bila Ikut Kampus Mengajar Kemendikbud

KOMPAS.com - Program Kampus Mengajar angkatan 5 yang akan dimulai pada awal tahun 2023 mencatat rekor jumlah pendaftar terbanyak sejak diluncurkan pada 2022 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim.

Sebanyak 43.121 mahasiswa telah mendaftar program Kampus Mengajar angkatan 5 dan akan mengikuti seleksi sebelum terjun langsung ke 3.600 SD dan SMP di seluruh Indonesia hingga Juni 2023 mendatang.

Hingga Kampus Mengajar angkatan keempat, terdapat lebih dari 70.000 mahasiswa yang sudah ikut berkontribusi bagi peningkatan literasi dan numerasi siswa di lebih dari 15.000 sekolah di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan data survei kepuasan pada pelaksanaan program Kampus Mengajar di tahun 2021, dari 30.000 peserta yang bergabung pada tahun tersebut, 94,3 persen di antaranya menyatakan bahwa program Kampus Mengajar patut untuk direkomendasikan kepada orang lain.

Sri Gunani Partiwi, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengatakan bahwa berdasarkan evaluasi dampak yang dilaksanakan pada angkatan ketiga, dari 12.000 lebih mahasiswa peserta yang mengisi survei kepuasan, terdapat 84 persen mahasiswa yang menyatakan bahwa keikutsertaan di Kampus Mengajar mampu mengasah kemampuan berpikir analitis, khususnya pada aspek pengambilan keputusan.

"Terjadi peningkatan pada aspek kepemimpinan, di mana 87 persen peserta merasakan adanya peningkatan dalam kapasitas mereka selama mengikuti program Kampus Mengajar," jelas Sri pada kegiatan sosialisasi program Kampus Mengajar angkatan 5 (28/10/2022), dilansir dari Kemendikbud.

Sebanyak 90 persen mahasiswa peserta Kampus Mengajar angkatan 3 juga merasakan peningkatan kemampuan dalam berkolaborasi, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam tim.

Beri biaya UKT hingga uang saku bulanan

Program Kampus Mengajar merupakan program implementasi dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus selama satu semester.

Program ini memfasilitasi mahasiswa menjadi mitra para guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, pengembangan strategi, serta model pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan.

Selain mengasah keterampilan, kolaborasi hingga menjaring relasi, mahasiswa peserta Kampus Mengajar juga akan mendapatkan bantuan biaya sebagai berikut, merangkum laman pusatinformasi.kampusmerdeka.kemdikbud.go.id:

1. Bantuan biaya hidup

Bantuan biaya hidup sebesar Rp 1,2 juta per bulan (ditransfer langsung ke rekening peserta Kampus Mengajar).

2. Bantuan dana pendidikan UKT

Dana UKT akan diberikan secara at cost atau sesuai dengan nominal UKT masing-masing kampus, maksimal dana UKT yang diberikan yaitu maksimal Rp 2,4 juta (dibayarkan langsung ke PT sebagai pengurang UKT semester berikutnya).

3. Swab antigen/PCR

Dana swab antigen/PCR adalah sejumlah dana yang diberikan kepada mahasiswa peserta Program Kampus Mengajar.

Dana swab antigen/PCR diberikan selama Program Kampus Mengajar berjalan dengan dibayarkan secara reimbursement (at cost) sesuai dengan peraturan yang berlaku.

4. Dana darurat

Dana keadaan darurat (force majeure) adalah dana yang diberikan kepada peserta Program Kampus Mengajar yang membutuhkan biaya akibat terjadinya keadaan darurat dalam masa penugasan, seperti sakit (termasuk terpapar Covid-19), kecelakaan, bencana alam, dan dana kepulangan kematian bagi peserta Program Kampus Mengajar.

Bagi mahasiswa yang telah mendapatkan bantuan biaya hidup dari beasiswa pemerintah lainnya, maka biaya yang diterima merupakan selisih dari uang yang diterima dari beasiswa.

https://edukasi.kompas.com/read/2022/12/06/102433871/ramai-peminat-ini-keuntungan-bila-ikut-kampus-mengajar-kemendikbud

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke