Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

7 Cara Melatih Anak Berpikir Kritis agar Lebih Pintar

KOMPAS.com - Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi yang perlu dimiliki anak sejak dini untuk mampu menghadapi tantangan yang kian kompleks. Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan orangtua untuk melatih anak berpikir kritis sejak dini.

Kemampuan berpikir kritis yang terus diasah dapat membuat anak tumbuh menjadi “problem solver”, yaitu orang yang jeli dalam melihat berbagai sisi dari sebuah masalah untuk mencari solusinya.

Berikut ini 7 cara melatih anak berpikir kritis sejak dini, rekomendasi Sekolah BPK Penabur:

1. Beri ruang anak untuk bertanya tentang apapun

Bertanya merupakan "kunci" terbukanya wawasan anak tentang banyak hal. Banyak hal di dunia ini diciptakan karena berawal dari sebuah pertanyaan.

Dorong anak agar selalu bertanya tentang berbagai hal, mulai dari yang sepele, hingga yang membuatnya sangat penasaran. Hal tersebut akan mengasahnya berpikir kritis.

2. Kurangi memberi jawaban langsung

Kalau anak sudah banyak bertanya, orangtua sebaiknya tidak langsung memberikan jawaban. Kenapa? Karena hal ini akan membuat anak lebih cepat puas.

Alhasil, ia tidak terbiasa berpikir karena selalu mendapatkan jawaban dari rasa keingintahuan mereka.

3. Beri anak pertanyaan

Dibanding memberi jawaban dari setiap pertanyaan, coba ajukan pertanyaan balik.

Bantu anak untuk berpikir kritis dengan kembali memberinya pertanyaan.

Contohnya, saat mereka bertanya tentang sebuah topik, orangtua bisa bertanya pendapat anak lebih dahulu. Kemudian, ajukan lagi pertanyaan tentang opini mereka mengenai pendapat sebelumnya.

Intinya, sering-seringlah libatkan anak dalam diskusi interaktif yang menantangnya untuk berpikir.

4. Ajak anak mencari referensi sendiri

Dorong anak mencari jawaban atas pertanyaan sendiri, seperti lewat buku maupun internet. Tetapi, pastikan mereka juga diberi literasi digital agar mampu menyaring informasi.

Dengan begitu, selain membuatnya jadi kritis, kegiatan ini juga mengasah minat baca anak dan menambah wawasannya.

5. Biarkan anak bebas bereksplorasi

Orangtua tentu ingin membimbing atau mengarahkan sang buah hati dalam melakukan berbagai hal.

Namun, tidak jarang hal ini malah membatasi anak untuk bertindak dengan caranya.

Saat anak berhadapan dengan sebuah masalah misalnya, orangtua tanpa sadar langsung menyelesaikannya. Akibatnya, ia akan bergantung pada orangtua bila dihadapkan dengan masalah. Mereka jadi tidak terbiasa berpikir untuk memecahkan masalahnya sendiri.

Karena itu, orangtua perlu memberikan kepercayaan pada anak untuk bereksplorasi.

6. Buat anak memiliki pandangannya sendiri

Saat anak sudah mendapat referensi atas jawabannya, lakukan diskusi kecil dengan anak.

setelah anak membaca referensinya, ajukan pertanyaan apakah ia setuju atau tidak dengan penulisnya.

Minta anak menjelaskan alasannya setuju dan mengapa ia tidak setuju.

7. Jangan menghakimi

Andai anak membuat suatu kesalahan, jangan langsung memarahi atau memberinya nasihat.
Cukup tanyakan dulu kenapa ia melakukan kesalahan tersebut, atau cari tahu alasan mereka melakukannya dengan pendekatan yang membuatnya tidak merasa sedang diinterogasi.

Setelah itu, barulah orangtua bisa memberikan pandangan tentang hal tersebut.

Itu dia tujuh cara melatih anak berpikir kritis sejak dini.

https://edukasi.kompas.com/read/2023/01/16/161958371/7-cara-melatih-anak-berpikir-kritis-agar-lebih-pintar

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke