Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

7 Obat Alami Radang Tenggorokan, Bisa Dicoba Mahasiswa

KOMPAS.com - Bagi para siswa, mahasiswa atau masyarakat yang sedang sakit radang, tentu butuh obat alami radang tenggorokan.

Lantas, seperti apa obat alami tersebut? Apakah mudah didapatkan di sekitar rumah? Atau harus membeli di luar?

Melansir laman RS Siloam, salah satu obat alami radang tenggorokan adalah air garam. Sebab, air garam dikenal sebagai antiseptik alami yang dapat mengurangi risiko infeksi.

Tapi, masih ada jenis bahan alami lain yang bisa dijadikan obat radang tenggorokan. Tentu obat alami ini jika radang tenggorokan tidak terlalu parah.

Obat alami radang tenggorokan

1. Air garam

Air garam merupakan larutan yang bersifat antiseptik sehingga dapat memperlambat serta menghentikan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan.

Jadi, kamu bisa melarutkan satu sendok teh garam beryodium pada satu gelas air hangat. Kemudian, berkumurlah menggunakan air garam hangat tersebut selama 30 detik.

Lakukan hal tersebut sebanyak 3 sampai dengan 4 kali setiap harinya hingga radang tenggorokan mereda.

2. Air lemon

Adapun perasan air lemon kaya akan vitamin C sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat pemulihan radang tenggorokan.

Di samping vitamin C, perasan air lemon juga mengandung senyawa astringen yang mampu meredakan peradangan serta pembengkakan pada tenggorokan.

3. Madu

Radang tenggorokan merupakan kondisi yang memiliki kemungkinan menjadi gejala dari penyakit GERD, yaitu gangguan pada sistem pencernaan.

Jadi, madu bisa dipilih sebagai obat radang tenggorokan alami karena dinilai aman untuk saluran pencernaan tersebut.

Kamu bisa mengonsumsi madu secara langsung atau dengan mencampurkannya ke dalam teh serta minuman sehat lainnya.

4. Kunyit

Kunyit memiliki senyawa bersifat antibakteri dan dapat dijadikan sebagai obat alami radang tenggorokan.

Jadi, kamu bisa menumbuk lalu merebus 1 ruas rempah kuning tersebut di dalam air agar bisa mendapatkan sarinya. Baru diminum satu kali sehari.

5. Teh jahe

Sedang obat alami radang tenggorokan berikutnya ialah teh jahe. Teh jahe memiliki kandungan gingerol yang bersifat anti-inflamasi serta analgesik sehingga dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari radang tenggorokan.

Kamu bisa meminum teh jahe selagi masih hangat agar dapat melegakan radang tenggorokan dengan lebih optimal.

6. Bawang putih

Bawang putih diketahui memiliki senyawa allicin yang bersifat antimikroba sehingga mampu mengatasi radang tenggorokan karena infeksi bakteri.

Kamu bisa mengunyah bawang putih secara langsung untuk dijadikan sebagai obat radang tenggorokan alami.

7. Cuka sari apel

Cuka sari apel punya senyawa antimikroba sehingga dapat meredakan sakit yang ditimbulkan dari radang tenggorokan.

Untuk menggunakannya, kamu bisa melarutkan 1 sampai 2 sendok makan cuka sari apel ke dalam segelas air. Berkumurlah dengan larutan cuka sari apel tersebut setiap 3 sampai 4 jam sekali secara rutin.

Jadi, itulah beberapa obat alami radang tenggorokan yang bisa dicoba oleh siswa, mahasiswa atau masyarakat.

https://edukasi.kompas.com/read/2023/02/21/171700971/7-obat-alami-radang-tenggorokan-bisa-dicoba-mahasiswa

Terkini Lainnya

UNY Terapkan Kuliah Online bagi Mahasiswa Tingkat Atas, Dosen-Tendik WFH tiap Jumat
UNY Terapkan Kuliah Online bagi Mahasiswa Tingkat Atas, Dosen-Tendik WFH tiap Jumat
Edu
PPDS Unsrat 2026 Dibuka Tanggal 15 April, Ini Syarat, Jadwal dan Kuota Per Prodi
PPDS Unsrat 2026 Dibuka Tanggal 15 April, Ini Syarat, Jadwal dan Kuota Per Prodi
Edukasi
Kisah Rayhan, Anak Buruh Tani Lolos ITB Jalur SNBP 2026
Kisah Rayhan, Anak Buruh Tani Lolos ITB Jalur SNBP 2026
Edu
Kisah Raisa, Ortu Cerai dan Tak Bisa Biayai Sekolah, Kini Jadi Murid Sekolah Rakyat
Kisah Raisa, Ortu Cerai dan Tak Bisa Biayai Sekolah, Kini Jadi Murid Sekolah Rakyat
Edu
BRIN Bikin Sourdough Beras Merah Segreng Handayani dari Gunungkidul
BRIN Bikin Sourdough Beras Merah Segreng Handayani dari Gunungkidul
Edu
IPB Siap Gelar UTBK 2026, Cegah Kecurangan Sesuai Prosedur Nasional
IPB Siap Gelar UTBK 2026, Cegah Kecurangan Sesuai Prosedur Nasional
Edu
ITB Buka Prodi S2 Kecerdasan Sistem, Baru Dibuka 2026
ITB Buka Prodi S2 Kecerdasan Sistem, Baru Dibuka 2026
Edu
8 PTKIN yang Masuk 100 Kampus Terbaik Indonesia, Nomor 1 di Bandung
8 PTKIN yang Masuk 100 Kampus Terbaik Indonesia, Nomor 1 di Bandung
Edu
Djarum Beasiswa Plus 2026 bagi Mahasiswa D4/S1, Syarat IPK Minim 3,00
Djarum Beasiswa Plus 2026 bagi Mahasiswa D4/S1, Syarat IPK Minim 3,00
Edu
Undip Beri 1.850 Porsi 'MBG' Per Hari bagi Mahasiswa yang Membutuhkan, Anggaran Rp 6 Miliar Per Tahun
Undip Beri 1.850 Porsi "MBG" Per Hari bagi Mahasiswa yang Membutuhkan, Anggaran Rp 6 Miliar Per Tahun
Edu
Cerita Putri Siswi MAN 2 Kebumen yang Diterima di 3 Kampus China
Cerita Putri Siswi MAN 2 Kebumen yang Diterima di 3 Kampus China
Edukasi
Kapan Jalur PPKB UI 2026 Dibuka? Bisa Masuk Tanpa Tes Lagi
Kapan Jalur PPKB UI 2026 Dibuka? Bisa Masuk Tanpa Tes Lagi
Edu
SMA Kolese Gonzaga Adakan G-Reflex, Dorong Siswa Lebih Memaknai Proses Belajar
SMA Kolese Gonzaga Adakan G-Reflex, Dorong Siswa Lebih Memaknai Proses Belajar
Edu
Pengalaman Wamen Stella di Harvard: Jadi Tukang Bersih Toilet dan Berteman dengan Natalie Portman
Pengalaman Wamen Stella di Harvard: Jadi Tukang Bersih Toilet dan Berteman dengan Natalie Portman
Edu
Kedubes AS Pastikan Proses Visa Pelajar untuk Indonesia Makin Terbuka
Kedubes AS Pastikan Proses Visa Pelajar untuk Indonesia Makin Terbuka
Edu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com