Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara Mencegah Bullying, Bisa Dimulai sejak Dini

KOMPAS.com - Aksi bullying atau perundungan masih sering terjadi di mana saja. Dampaknya tentu tak baik bagi si korban.

Sebab, tujuan dari bullying ialah untuk menyakiti seseorang sampai menderita. Bahkan aksi bullying bisa dilakukan oleh seorang atau kelompok mayoritas yang lebih kuat.

Taka hanya itu saja, perundungan juga dilakukan secara berulang, pelaku tidak bertanggung jawab, dan dilakukan dengan perasaan senang.

Biasanya tindakan bullying ini dilakukan oleh sekelompok orang yang merasa lebih kuat dari segi fisik maupun mental daripada korban bullying tersebut.

Maka dari itu, perilaku bullying seharusnya diberantas dengan memberikan pendidikan moral kepada anak-anak sejak kecil.

Orang tua juga harus mengingatkan bahwa bercanda dengan menghina orang lain adalah perbuatan yang tidak boleh dilakukan. Seharusnya, anak diajari untuk berbuat baik dan saling menyayangi.

Karena dampak dari bullying sangat besar dalam pengaruh kedewasaan seseorang dalam meraih impian dan cita-cita hidupnya. Terutama jika terjadi pada seorang anak kecil.

Dampak bullying

Melansir laman Universitas Stekom, ada beberapa dampak bullying, yakni:

  • Gangguan mental
  • Sensitif
  • Rasa marah yang meluap-luap
  • Depresi
  • Rendah diri
  • Cemas
  • Kualitas tidur menurun
  • Keinginan menyakiti diri sendiri
  • Bunuh diri

Korban bullying pun kerap merasa tidak aman, terutama saat berada di lingkungan yang memungkinkan terjadinya perundungan.

Dampak di atas kemungkinan besar akan terbawa hingga mereka dewasa. Bukan cuma kesehatan psikologis, efek negatif bullying juga dapat terlihat dari keluhan fisik, contohnya sakit kepala, sakit perut, otot jadi tegang, jantung berdetak kencang dan nyeri kronis.

Cara mencegah bullying

Untuk itulah, bullying bisa dicegah sejak dini. Berikut cara mencegah bullying:

Sejak masa anak-anak:

1. Beri pengetahuan dan cara untuk mampu melawan tindakan bullying.

2. Beri contoh cara seperti mendukung, mendamaikan, dan melaporkan pada orang dewasa untuk membantu korban bullying.

Keluarga:

1. Tanamkan rasa kasih sayang dan nilai keagamaan pada anak-anak.

2. Beri perhatian dan interaksi pada anak-anak untuk memberikan kemampuan berani dan tegas.

3. Bantu anak untuk mengembangkan kemampuan sosialisasi, percaya diri, dan tegas.

4. Mengajarkan rasa peduli dan etika pada sesama.

5. Mendampingi anak untuk melihat informasi di media sosial atau televisi.

Cara mengatasi bullying di sekolah

1. Pendidik atau guru membuat program pencegahan anti bullying dan hukuman bagi pelaku yang melakukan tindakan tersebut.

2. Membangun diskusi dan ceramah tentang mengatasi aksi penindasan atau perundungan.

3. Pihak sekolah atau guru memberi bantuan dan dukungan pada korban bullying.

Selain itu, kamu juga bisa mengkomunikasikan dengan orang yang terpercaya mengenai perundungan yang dialami, baik kepada atasan, guru, teman, saudara, pasangan, dan sebagainya.

Jika terjadi di lingkungan formal seperti kantor maupun sekolah, jangan ragu untuk melapor kepada departemen, bagian atau pihak khusus yang dapat dimintai bantuan, seperti bimbingan konseling, wali kelas, bagian atau departemen human resources atau Sumber Daya Manusia.

https://edukasi.kompas.com/read/2023/04/12/085700871/cara-mencegah-bullying-bisa-dimulai-sejak-dini

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com