Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Tokoh Perempuan yang Berperan di Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

KOMPAS.com - Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang berlangsung pada 17 Agustus 1945 ternyata tidak terlepas dari 5 sosok perempuan hebat.

Di balik peristiwa kemerdekaan Indonesia yang berlangsung dengan cepat, para perempuan berperan penting baik dari belakang layar maupun di atas panggung.

Mulai dari menyusun persiapan kemerdekaan Indonesia lewat Badan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI, mencari mesin ketik proklamasi, menyiarkan gagasan, membuka dapur umum sampai menjahit bendera merah putih.

Sangat sakralnya detik-detik proklamasi, bahkan banyak mahasiswa perempuan dari Sekolah Perobatan (Yaku Gaku) dan Sekolah Tinggi Kedokteran (Ika Daigaku) ikut hadir sebagai saksi.

Berikut daftar tokoh perempuan yang berperan di Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dirangkum dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek):

5 tokoh perempuan yang berperan di Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

1. Fatmawati

Mantan ibu negara Indonesia ini tak cuma berperan menjahit bendera Merah Putih atau mendampingi Sukarno selama bertugas.

Namun ia juga membuka dapur umum untuk menyuplai makanan bagi masyarakat yang datang ke rumahnya.

Fatmawati turut menyaksikan langsung pembacaan teks proklamasi tanggal 17 Agustus 1945.

2. Satsuki Mishima

Perempuan asli Jepang ini juga termasuk yang berjasa saat detik-detik proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan berlangsung.

Ia merupakan sekretaris urusan rumah tangga Laksamana Maeda yang berinisiatif meminjamkan mesin ketik.

Ceritanya saat itu mesin ketik di rumah Laksamana Tadashi Maeda hanya tersedia mesin ketik dengan huruf kanji.

Kemudian Satsuki dikawal beberapa pemuda meminjam mesin ketik buatan Jerman, pinjaman dari Kolonel Hermann W. Kandeler komandan Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine) yang berkantor di Gedung KPM (sekarang Pertamina) di Koningsplein (Medan Merdeka Timur).

3. Mariah Ulfah

Tahukah kamu, dari 67 anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dua diantaranya adalah perempuan?

Sosok perempuan di pusaran persiapan oleh BPUPKI ini salah satunya Maria Ulfah.

Maria adalah putri dari Raden Adipati Arya Mohammad Ahmad seorang Bupati Kuningan dan R.A Hadidjah Djajadiningrat.

Saat itu ia sudah mengenyam pendidikan di Belanda dan menjadi pegawai Departemen Kehakiman.

BPUPKI berisikan orang-orang yang dapat memberikan pemikiran mengenai pembentukan Negara Indonesia. Karena latar belakangnya, ia masuk dalam badan ini.

Maria juga merupakan mantan menteri sosial saat Sutan Syahrir membentuk kabinet kedua pada 12 Maret 1946.

4. S.K Trimurti

Surastri Karma Trimurti atau S. K Trimurti adalah istri Sayuti Melik yang merupakan juru ketik proklamasi. Ternyata, Trimurti secara tidak langsung sempat ditunjuk menjadi pengibar bendera.

Setelah Soekarno membacakan teks proklamasi dan berdoa, beliau mengusulkan bahwa pengibaran bendera sebaiknya dilakukan seorang prajurit saja.

Namun ia sudah sejak lama berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Bahkan ia merupakan seorang wartawan dan mantan menteri tenaga kerja pertama di Indonesia di bawah kabinet Amir Syarifuddin.

5. Siti Sukaptinah Soenarjo Mangoenpoespito

Dilansir dari buku Biografi Tokoh Kongres Perempuan Indonesia Pertama yang ditulis Suratmin dkk pada tahun 1981, saat itu selain Mariah Ulfah, ada nama Siti Sukaptinah di deretan anggota BPUPKI.

Tak cuma membantu proklamasi kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945, ia menjadi anggota Komite Nasional Indonesia (KNI) Pusat yang berlangsung hingga tahun 1950.

Karier Siti Soekaptinah terus memuncak hingga menduduki jabatan ketua dewan
pimpinan pusat Kowani atau Kongres Wanita Indonesia.

Jadi itulah 5 perempuan di balik detik-detik proklamasi Indonesia. Meski latar belakang mereka berbeda-beda, sudah sepatutnya perjuangan mereka menjadi inspirasi seluruh siswa Indonesia.

https://edukasi.kompas.com/read/2023/08/17/093000571/5-tokoh-perempuan-yang-berperan-di-proklamasi-kemerdekaan-indonesia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke