Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Dosen UM Surabaya: 5 Tips Menjaga Kesehatan Anak di Musim Kemarau

KOMPAS.com - Musim kemarau sering kali menjadi tantangan serius bagi kesehatan, terutama anak-anak yang rentan terhadap perubahan lingkungan dan paparan cuaca ekstrem.

Sehingga bisa timbul ancaman masalah kesehatan, seperti penyakit kulit dan masalah pernapasan.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, Firman mengatakan, sebagai orangtua atau pengasuh anak perlu melakukan langkah-langkah pencegahan dan perawatan yang tepat, agar anak tetap sehat dan aktif selama musim kemarau.

Firman menyebut, ada lima tips yang bisa dilakukan orangtua demi menjaga kesehatan anak di musim kemarau.

Pertama, pastikan anak selalu mendapat asupan cairan yang cukup. Ketika suhu naik dan cuaca lebih panas, risiko dehidrasi pada anak dapat meningkat.

Untuk itu penting memastikan bahwa anak mendapat asupan cairan yang cukup setiap hari, terutama air putih.

"Beri air mineral yang cukup bisa menjaga keseimbangan cairan tubuh. Tubuh kita sebagian besar adalah air, setiap sel dan sistem tubuh memerlukan air untuk berfungsi dengan baik. Secara fisiologis air membantu menjaga suhu tubuh normal, fungsi jantung, dan sirkulasi darah," kata dia dikutip dari laman UM Surabaya, Rabu (30/8/2023).

Kedua, menerapkan pola makan yang sehat. Asupan makanan yang seimbang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anak di musim kemarau.

Pastikan anak mendapat makanan dengan sayuran yang cukup, buah-buahan, biji-bijian, protein, dan produk susu rendah lemak.

"Menjaga pola makan dengan konsumsi makanan yang bergizi sangat penting bagi anak, selain untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, juga membantu menjaga sistem kekebalan tubuh mereka tetap kuat, dan memberikan energi yang diperlukan untuk beraktivitas," ungkap dia.

Ketiga, melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang berlebihan, karena paparan sinar matahari secara langsung dan waktu yang lama dapat berdampak buruk pada kulit anak.

"Sehingga disarankan selalu gunakan pelindung seperti jaket atau payung, untuk melindungi kulit mereka saat beraktivitas di luar rumah," jelas dia.

Keempat menjaga kebersihan. Mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan pribadi sangatlah penting, terutama di musim kemarau di mana keringat dan panas dapat meningkatkan risiko infeksi kulit.

"Ajarkan mereka untuk selalu cuci tangan dan mandi setelah bermain serta mengganti pakaian yang berkeringat atau kotor," tuturnya.

Kelima, hindari tempat-tempat yang berdebu dan berusaha untuk menjaga udara di dalam rumah tetap bersih dan lembab.

"Udara kering dan debu yang lebih banyak pada musim kemarau dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan terutama pada anak," pungkas dia.

https://edukasi.kompas.com/read/2023/08/30/163000071/dosen-um-surabaya-5-tips-menjaga-kesehatan-anak-di-musim-kemarau

Terkini Lainnya

UNY Terapkan Kuliah Online bagi Mahasiswa Tingkat Atas, Dosen-Tendik WFH tiap Jumat
UNY Terapkan Kuliah Online bagi Mahasiswa Tingkat Atas, Dosen-Tendik WFH tiap Jumat
Edu
PPDS Unsrat 2026 Dibuka Tanggal 15 April, Ini Syarat, Jadwal dan Kuota Per Prodi
PPDS Unsrat 2026 Dibuka Tanggal 15 April, Ini Syarat, Jadwal dan Kuota Per Prodi
Edukasi
Kisah Rayhan, Anak Buruh Tani Lolos ITB Jalur SNBP 2026
Kisah Rayhan, Anak Buruh Tani Lolos ITB Jalur SNBP 2026
Edu
Kisah Raisa, Ortu Cerai dan Tak Bisa Biayai Sekolah, Kini Jadi Murid Sekolah Rakyat
Kisah Raisa, Ortu Cerai dan Tak Bisa Biayai Sekolah, Kini Jadi Murid Sekolah Rakyat
Edu
BRIN Bikin Sourdough Beras Merah Segreng Handayani dari Gunungkidul
BRIN Bikin Sourdough Beras Merah Segreng Handayani dari Gunungkidul
Edu
IPB Siap Gelar UTBK 2026, Cegah Kecurangan Sesuai Prosedur Nasional
IPB Siap Gelar UTBK 2026, Cegah Kecurangan Sesuai Prosedur Nasional
Edu
ITB Buka Prodi S2 Kecerdasan Sistem, Baru Dibuka 2026
ITB Buka Prodi S2 Kecerdasan Sistem, Baru Dibuka 2026
Edu
8 PTKIN yang Masuk 100 Kampus Terbaik Indonesia, Nomor 1 di Bandung
8 PTKIN yang Masuk 100 Kampus Terbaik Indonesia, Nomor 1 di Bandung
Edu
Djarum Beasiswa Plus 2026 bagi Mahasiswa D4/S1, Syarat IPK Minim 3,00
Djarum Beasiswa Plus 2026 bagi Mahasiswa D4/S1, Syarat IPK Minim 3,00
Edu
Undip Beri 1.850 Porsi 'MBG' Per Hari bagi Mahasiswa yang Membutuhkan, Anggaran Rp 6 Miliar Per Tahun
Undip Beri 1.850 Porsi "MBG" Per Hari bagi Mahasiswa yang Membutuhkan, Anggaran Rp 6 Miliar Per Tahun
Edu
Cerita Putri Siswi MAN 2 Kebumen yang Diterima di 3 Kampus China
Cerita Putri Siswi MAN 2 Kebumen yang Diterima di 3 Kampus China
Edukasi
Kapan Jalur PPKB UI 2026 Dibuka? Bisa Masuk Tanpa Tes Lagi
Kapan Jalur PPKB UI 2026 Dibuka? Bisa Masuk Tanpa Tes Lagi
Edu
SMA Kolese Gonzaga Adakan G-Reflex, Dorong Siswa Lebih Memaknai Proses Belajar
SMA Kolese Gonzaga Adakan G-Reflex, Dorong Siswa Lebih Memaknai Proses Belajar
Edu
Pengalaman Wamen Stella di Harvard: Jadi Tukang Bersih Toilet dan Berteman dengan Natalie Portman
Pengalaman Wamen Stella di Harvard: Jadi Tukang Bersih Toilet dan Berteman dengan Natalie Portman
Edu
Kedubes AS Pastikan Proses Visa Pelajar untuk Indonesia Makin Terbuka
Kedubes AS Pastikan Proses Visa Pelajar untuk Indonesia Makin Terbuka
Edu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com