Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Metode Belajar agar Sukses Jadi Mahasiswa Jurusan Teknik

KOMPAS.com - Jurusan Teknik hingga saat ini menjadi salah satu jurusan favorit para calon mahasiswa.

Meski dikenal pembelajarannya sulit dan berat, namun tiap tahun tetap banyak siswa yang mengincar Jurusan Teknik. Beberapa Jurusan Teknik yang populer seperti Teknik Informatika, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Komputer dan masih banyak lainnya.

Agar bisa lancar menjalani perkuliahan di Jurusan Teknik, ada beberapa metode belajar yang bisa kamu terapkan.

Dilansir dari laman Telkom University, Minggu (8/10/2023) berikut adalah 5 metode belajar yang bisa membantu mahasiswa meraih prestasi optimal dalam studi di Jurusan Teknik.

5 metode belajar bagi mahasiswa Jurusan Teknik

1. Teknik Pomodoro

Teknik Pomodoro cocok dipakai bagi mahasiswa yang memiliki banyak tugas namun merasa kekurangan waktu.

Ini adalah metode belajar yang membagi waktu menjadi siklus fokus dan istirahat. Setiap siklus berlangsung selama 25 menit, diikuti oleh istirahat singkat selama 5 menit. Setelah 4 siklus terlewati, kamu bisa beristirahat lebih lama sekitar 15-30 menit.

Metode dikenal bisa membantu meningkatkan produktivitas dengan memaksimalkan fokus selama periode waktu singkat, diikuti dengan waktu istirahat untuk mencegah kelelahan dan menjaga konsentrasi.

2. Teknik Eat the Frog

Metode "Eat the Frog" adalah pendekatan manajemen waktu yang mendorong untuk menyelesaikan tugas yang paling sulit atau tidak disukai terlebih dahulu dalam sehari.

Hal ini bisa dianalogikan, jika pekerjaan sulitmu adalah "memakan kodok," maka selesaikan tugas tersebut terlebih dahulu. Ini membantu menghilangkan rasa enggan dan memberi dorongan motivasi untuk menyelesaikan tugas-tugas berikutnya.

Pemilihan dan penyelesaian "kodok" menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi belajar atau bekerja.

3. Teknik Feynman

Metode belajar berikutnya yang bisa diterapkan mahasiswa jurusan teknik adalah Teknik Feynman.

Teknik Feynman adalah metode belajar dengan prinsip menjelaskan konsep kompleks seperti sedang mengajarkannya kepada orang lain.

Teknik ini menitikberatkan pada bagaimana menyampaikan materi secara sederhana. Mahasiswa perlu mengidentifikasi area yang tidak dimengerti, lalu kembali ke sumber materi, mempelajarinya lagi, dan menjelaskan dengan lebih sederhana.

Proses penyederhanaan dan penjelasan diulangi lagi hingga kamu dapat menjelaskan konsep secara lancar.

4. Teknik Mencatat Cornell

Teknik Cornell adalah metode efektif untuk mencatat selama pembelajaran. Metode pencatatan ini dilakukan dengan membagi kertas menjadi tiga bagian, bagian kiri untuk judul dan kata kunci, bagian tengah untuk mencatat informasi utama, dan bagian kanan untuk merangkum materi.

Metode ini dapat membantu mahasiswa jurusan teknik untuk merapikan dan menyusun informasi dengan jelas, memudahkan tinjauan materi, serta mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

5. Teknik Membaca SQ3R

Teknik membaca SQ3R adalah metode membaca dan memahami teks secara efektif yang terdiri dari lima langkah, yakni Survey (pengamatan cepat), Question (pertanyaan), Read (baca), Recite (ulangi), dan Review (tinjau).

Jika sebelumnya membaca buku merupakan aktivitas yang membosankan, dengan menerapkan teknik membaca ini, mahasiswa dapat membaca secara efektif dan efisien. Hal ini bertujuan agar mampu memperoleh pengetahuan dari buku yang sedang dibaca.

Demikian 5 metode belajar yang bisa diterapkan mahasiswa Jurusan Teknik agar bisa belajar dengan efektif dan membantumu mencapai prestasi akademik. Dari 5 metode belajar ini, kira-kira metode mana yang cocok untuk kamu?

https://edukasi.kompas.com/read/2023/10/08/143700571/5-metode-belajar-agar-sukses-jadi-mahasiswa-jurusan-teknik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com