Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara Menemukan Minat Anak di Era Teknologi yang Terus Berkembang

KOMPAS.com - Di era perkembangan teknologi yang amat pesat, anak-anak memiliki kesempatan untuk mengetahui berbagai jenis informasi dan hiburan digital melalui internet. Internet menjadi gudang konten yang tak terbatas.

Keadaan ini terkadang membuat anak-anak mengalami kesulitan dalam menemukan passion, minat, bahkan tujuan hidup mereka. Terlebih, pelajaran terkait bagaimana menemukan hal-hal ini justru tidak diajarkan di sekolah.

Bartek Wasik, Ph.D praktisi pendidikan sekaligus Pendiri Koding Next, mengungkapkan teknologi memang menjadi hal penting untuk diajarkan kepada anak. Namun, banyak kemampuan lain dalam hidup yang belum diajarkan kepada anak.

“Misalnya, kemampuan untuk menentukan passion hidup, menemukan kebahagiaan dalam hidup, mengatur dan meraih tujuan masa depan, serta mengatasi situasi ketika tujuan tersebut tidak dapat diraih,” ujar Bartek dalam 

Situasi ini akhirnya mendorong Koding Next untuk menciptakan “Olympian Mind”, sebuah kursus online yang dirancang bagi anak-anak dan remaja guna mengembangkan keterampilan penting dalam hidup.

"Olympian Mind" akan mengajarkan siswa cara menemukan passion mereka, menetapkan tujuan yang bermakna, menjaga semangat dalam menghadapi tantangan, bekerja efektif dalam tim, pemecahan masalah kreatif, dan banyak keterampilan lainnya.

Dalam menyelenggarakan kursus ini mereka bekerja sama dengan Dawid Tomala, Atlet Polandia yang berhasil meraih medali emas dalam perlombaan jalan kaki 50 kilometer pada Olimpiade Tokyo 2020.

Tujuannya adalah memberikan kemampuan dan pola pikir kepada generasi muda agar mampu menghadapi kehidupan dengan sukses serta mengatasi berbagai hambatan, sebagaimana halnya atlet olimpiade dengan mentalitas dan komitmen tinggi.

Dawid mengaku tertarik berkolaborasi dengan Koding Next lantaran ingin menginspirasi anak muda untuk menemukan apa yang mereka cita-citakan dalam hidup.

“Saya berpikir bahwa anak muda membutuhkan inspirasi untuk menjalankan hidupnya. Saat ini, mereka memiliki kehidupan yang berbeda dengan saya. Misalnya, sepanjang hari mereka hanya duduk di depan komputer atau gawai. Saya ingin menunjukkan kepada mereka cara lainnya, karena sebenarnya mereka bisa melakukan apa saja yang diinginkan,” tutur Dawid.

Menurutnya, masalah utama yang dihadapi anak muda ketika kesulitan menemukan passion ada pada pikiran. Ia ingin mengarahkan mereka untuk menghadapi tantangan tersebut.

Adapun peran Dawid dalam kursus ini yaitu membantu dalam penyusunan materi yang akan diajarkan.

Terdapat 10 kursus dalam “Olympian Mind” yang akan mengajarkan pengetahuan tentang psikologi anak serta berbagai materi lainnya yang disusun dan diambil berdasarkan pengalaman Dawid.

Materi ini akan berbentuk video pembelajaran yang dilengkapi dengan lembar kerja interaktif.

Selain itu, juga terdapat robot yang akan mengajak siswa beristirahat sejenak dengan melakukan gerakan peregangan otot untuk menjaga tubuh mereka tetap bugar setelah lama di depan komputer atau gawai.

Dawid bersama dengan Koding Next juga ingin menekankan kepada anak muda bahwa kesuksesan seperti halnya yang diraih Dawid, tidak datang dengan mudah. Hal ini memerlukan kerja keras dan semangat serta mencintai apa yang dilakukan.

Sebagai informasi tambahan, Koding Next adalah sekolah pertama di Indonesia yang mengajarkan pemrograman kepada anak usia 4 tahun yang berdiri sejak 2017.

Mereka juga merupakan satu-satunya sekolah pemrograman di Asia Tenggara yang berkolaborasi dengan penerbit Marshal Cavendish dari Singapura untuk menawarkan kursus pemrograman melalui platform online mereka, yang telah dipasarkan di lebih dari 20 negara.

https://edukasi.kompas.com/read/2023/10/17/082551971/cara-menemukan-minat-anak-di-era-teknologi-yang-terus-berkembang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke