Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bisa Memperlambat Rasa Lapar, Ini Rekomendasi Menu Sahur ala Dosen Unesa

KOMPAS.com - Saat menjalankan ibadah puasa, masyarakat harus tetap menjaga pola makan dengan menu gizi seimbang.

Dengan menyantap menu gizi seimbang saat sahur maupun berbuka puasa bisa tetap menjaga tubuh fit selama menjalani ibadah puasa.

Lantas apa saja yang harus disantap khususnya saat sahur agar energi dan nutrisi yang cukup sebelum memulai puasa sehari penuh?

Menurut dosen ilmu gizi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Aulia Putri Srie Wardani, S.Gz., M.Sc., masyarakat cenderung memilih menu sahur yang praktis dan mudah disiapkan. Bahkan ada yang memiliki opsi mengolah makanan instan.

Menu sahur harus ada gizi makro dan mikro

Aulia menerangkan, ada beberapa kandungan yang wajib ada saat santap sahur yaitu komponen gizi makro dan mikro. Gizi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, dibutuhkan dalam jumlah yang cukup.

Sementara itu, zat gizi mikro meliputi vitamin dan mineral, juga memiliki peran penting dalam memastikan keseimbangan nutrisi. Beberapa kandungan makanan juga mempengaruhi durasi rasa lapar saat berpuasa.

"Kalau kandungan makanan yang cocok menahan lapar lebih lama saat berpuasa dan meningkatkan energi, tentunya konsumsi protein, karbohidrat kompleks, dan serat," urai Aulia seperti dikutip dari laman Unesa, Selasa (19/3/2024).

Aulia menyampaikan, komponen tersebut dapat memperlambat rasa lapar melalui berbagai mekanisme yang terjadi dalam tubuh.

Berdasarkan temuannya, ada beberapa menu yang kurang direkomendasikan saat sahur seperti yang mengandung double carbo. Seperti nasi dengan mie, atau nasi dengan perkedel.

Namun sebenarnya itu justru tidak disarankan karena dapat mengganggu keseimbangan nutrisi.

Dia juga tidak menyarankan mengonsumsi makanan dengan kandungan gula yang tinggi, terutama gula sederhana, seperti es sirup atau kue-kue manis.

"Bahan makanan dengan indeks glikemik tinggi. Seperti roti putih dan semangka, juga sebaiknya dihindari, tapi jika ingin mengkonsumsi batasi jumlahnya dan konsumsi setelah makan utama," ungkapnya.

Dia menambahkan, memilah kandungan gizi penting, karena bahan makanan tersebut dapat menyebabkan lonjakan glukosa dalam darah.

Lonjakan itu akan membuat rasa tak nyaman sehingga mengganggu konsentrasi dan kinerja saat menjalani puasa.

Rekomendasi menu sahur

Ada beragam pilihan menu yang dapat menjadi alternatif yang lezat dan bergizi, tanpa harus selalu bergantung pada makanan instan. Aulia memberikan beberapa rekomendasi menu sahur yang sehat berdasarkan kebiasaan makan orang Indonesia.

Pertama ada nasi, telur rebus, dan rawon yang bisa didapatkan di warung makanan terdekat yang bisa dipanaskan saat sahur.

Kemudian rekomendasi menu sahur berikutnya dari dosen Unesa ini adalah, nasi merah dengan ikan goreng, tempe atau tahu bacem, dan capcay yang kombinasi kandungan gizinya seimbang.

Penggunaan nasi sebagai sumber karbohidrat tidak harus nasi merah tetapi juga dapat diganti dengan nasi putih. Kombinasi lain juga bisa seperti rendang dengan sayur yang tak lupa dengan buah-buahan yang praktis dikonsumsi seperti jeruk dan apel.

Aulia menekankan, pentingnya untuk memenuhi asupan cairan. Seperti minum 8 gelas air setiap hari, yang dapat dibagi saat bangun tidur, setelah sahur, saat berbuka puasa, saat menjalani ibadah tarawih, dan sebelum tidur.

"Walaupun berbeda macam menu sahur kita harus melihat prinsip yang perlu diperhatikan pada pedoman gizi seimbang agar nutrisi terpenuhi dan ibadah puasa berjalan dengan maksimal," pungkas dosen kelahiran Sleman ini.

https://edukasi.kompas.com/read/2024/03/19/091534071/bisa-memperlambat-rasa-lapar-ini-rekomendasi-menu-sahur-ala-dosen-unesa

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com