Beasiswa Pemerintah Swiss Masih Menumpuk

Kompas.com - 28/04/2011, 16:14 WIB
EditorLatief

LONDON, KOMPAS.com — Pelajar Indonesia masih belum memaksimalkan kesempatan beasiswa yang ditawarkan Pemerintah Swiss meskipun jumlahnya cukup signifikan. Beasiswa dari kantor Federal Commission for Scholarships for Foreign Students, yang menangani pemberian beasiswa itu, tidak terbatas bagi beberapa negara berkembang termasuk Indonesia.

Demikian dikatakan Ketua Perhimpunan Pelajar Swiss Iwa Sobara, Kamis (28/4/2011), kepada Wanda Hamidah, anggota Komisi E yang membidangi pendidikan, kesehatan, kepemudaan, dan olahraga DPRD DKI Jakarta, dalam kesempatan tatap muka dengan pengurus PPI Swiss. Dalam kesempatan itu, Dubes RI untuk Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, Djoko Susilo, mengatakan, Pemerintah Swiss memerhatikan penataan sistem pendidikan sedini mungkin.

Djoko menambahkan, anak-anak yang bersekolah di Swiss telah diarahkan pendidikannya sejak awal sehingga dapat menjadi tenaga ahli dalam profesi mereka di kemudian hari. Sejak kelas IX atau setara dengan kelas III SMP, siswa dijuruskan ke dalam dua jenis sekolah, yaitu sekolah gimnasium. Di sekolah itu para siswa disiapkan untuk melanjutkan ke sistem pendidikan yang lebih tinggi/universitas dan sekolah sekunder, yang dipersiapkan untuk melanjutkan ke sekolah kejuruan.

Lebih lanjut, Djoko menjelaskan, kurikulum pendidikan Swiss dibangun dengan pilar-pilar inovasi, penelitian, dan pengembangan, yang menyokong pembangunan institusi pendidikan dan menempatkannya dalam jajaran sekolah. Oleh sebab itu, skema beasiswa yang ditawarkan kepada pelajar Indonesia merupakan kesempatan emas yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Adapun informasi mengenai beasiswa Swiss dapat diperoleh melalui Kedutaan Besar Swiss di Jakarta dan situs Federal Commission for Scholarships for Foreign Students. Selain itu, Swiss National Science Foundation juga memberikan beasiswa pendanaan untuk penelitian di segala disiplin ilmu, terutama untuk kerja sama penelitian internasional, konferensi, dan kegiatan lain terkait pengembangan pendidikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.