Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/08/2012, 15:50 WIB
|
EditorCaroline Damanik

"Dia telah menjadi inspirasi besar bagi banyak siswa lainnya dalam menunjukkan bahwa seseorang bisa meraih prestasi meski dia adalah penyandang cacat," kata Latarche.


Hanya tangan kiri

Nicholas pun menjadi anggota orkestra penyandang cacat pertama asal Inggris yang bermain untuk menyambut para atlet yang akan bermain di ajang Paralympic bulan lalu.

"Ketika saya pertama kali bergabung dengan orkestra, sejumlah musisi yang buta sebelah atau buta total tidak percaya bahwa saya sedang bermain dengan satu tangan. Itu adalah pujian yang besar bagi saya. Musik ini dimainkan dengan tangan kiri saja. Saya tidak mengubah apa pun. Saya hanya memainkan musik seperti yang tertulis," kata Nicholas.

Nicholas menyadari bahwa banyak orang datang untuk melihatnya tampil dengan rasa penasaran yang besar mengenai caranya bermain. Tak sedikit yang menyangkanya bermain sebaik itu hanya dengan satu tangan. Namun, itulah faktanya.

"Biasanya, reaksi pertama orang-orang itu adalah heran, mencengangkan. Banyak orang berpikir bahwa saya bermain dengan backing track, namun sebenarnya saya hanya bermain sendiri dengan tangan kiri saya,"

Pada November 2010, dia dianugerahi penghargaan musik bergengsi AMI. Banyak undangan yang pernah diterimanya untuk tampil. Pekan ini, dia akan tampil di depan perdana menteri Malta. Pada bulan September, Nicholas akan menggelar konser malam pertamanya di Fairfield Halls di Croydon.


Dukungan orang tua

Kisah indah Nicholas ini tak lepas dari peran orang tua yang selalu mendukungnya. Ray McCarthy (46) menganggap keterbatasan fisik anaknya bukan alasan untuk bercita-cita setinggi langit. Ray mengaku, selalu membiarkan anaknya untuk melakukan hal-hal yang orang lain sering anggap dia tidak bisa melakukannya.

Waktu kecil, Ray mengatakan bahwa putranya itu berada dalam jajaran anak-anak yang lebih dulu berhasil naik sepeda dibandingkan teman-teman lainnya. Ray cukup membantunya dengan hanya memasangkan kedua tuas rem di sisi kiri.

"Anda bisa membiarkan diri Anda diremehkan oleh orang lain hanya karena warna kulit, suku, keyakinan atau kekurangan fisik Anda, namun jika Anda memutuskan untuk mengabaikannya, Anda dapat melakukan apa pun yang Anda inginkan di dunia ini," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+