Kompas.com - 14/11/2012, 14:30 WIB
Editorwawa

Lenkov menyarankan, untuk menghadapi perilaku rekan kerja seperti ini, bicaralah dengan manager Anda. Atau berikan usulan kepada superior Anda untuk mengirimkan email kepada semua karyawan untuk tetap mematuhi etiket di kantor.

6. Pemalas.
Jika rekan kerja Anda menunjukkan sikap pemalasnya, seperti datang telat ke kantor tapi pulang lebih awal, atau mengambil waktu makan siang lebih panjang, perilakunya hanya akan menyulitkan dirinya. Namun, sikap seperti ini juga berpengaruh pada Anda jika mulai terkait dengan kerja tim.

Jangan sampai sikap pemalasnya merusak rencana kerja Anda dan tim.  Susan Zeidman, manajer portfolio di organisasi training dan manajemen, American Management Association menyarankan kalau Anda berkolaborasi dengan si pemalas dalam satu tim kerja, minta kesepakatan mengenai keterlibatannya dalam kerja tim tanpa bersikap mengkritisi.

Saat kerja tim berlangsung, atur rencana kerja dan tuliskan dalam email yang Anda kirimkan ke seluruh anggota tim juga atasan Anda. Dengan begitu semua pihak akan memantau kinerjanya, apakah ada deadline yang terlewatkan olehnya.

7. Senioritas.
Perbedaan generasi yang timpang kerap ditemui dalam dunia kerja. Kadang perbedaan generasi ini membuat Anda sebagai generasi baru, terganggu karena memiliki rekan kerja senior yang kadang bertindak sesuka hatinya. Meski ia bukan atasan Anda, ia kerap meminta Anda melakukan pekerjaan tertentu yang sebenarnya bukan tugas Anda.

Michelle Tillis Lederman, penulis buku The 11 Laws of Likability mengatakan jika Anda merasa terganggu dengan sikapnya, jelaskan sikap seperti apa yang membuat Anda terganggu.  Cermati juga budaya kerja di kantor Anda, apakah sikap tertentu bisa diterima. Misalnya, saat ia meminta kirimkan fax, Anda bisa saja "menggodanya" dengan mengatakan, "Oke, saya kirimkan fax, tapi ambilkan kopi ya."

Jika sikap seperti ini rasanya sulit dilakukan di tempat kerja Anda, tetaplah merendah. Anda bisa menunjukkan kepadanya cara mengirim fax atau melakukan sesuatu yang mungkin belum dikuasainya, supaya nantinya ia bisa mengerjakan tugasnya sendiri.

8. Pencari kambing hitam.
Saat pekerjaan tak berjalan sesuai rencana, deadline terlewati, tipe rekan kerja seperti ini akan langsung menunjuk orang lain untuk disalahkan, demi menyelamatkan dirinya.

Drew Stevens yang bekerja dengan para senior dan manager untuk meningkatkan produktivitas kerja dalam sebuah perusahaan, mengatakan kunci menghadapi tipe rekan kerja seperti ini adalah komunikasi.

Untuk menghindari tuduhan dari si pencari kambing hitam ini, pastikan saat memulai kerja tim Anda tahu posisi Anda di mana, apa tugas Anda, begitupun dengan anggota tim lainnya.

Pastikan setiap kali menjalankan proyek, setiap orang mendapatkan tugas dan tanggung jawab yang jelas. Untuk mengawasi apakah setiap orang menjalankan tugasnya dengan baik sesuai rencana, kirimkan email ke semua anggota tim mengenai pembagian tugas dan target per individu. Jangan lupa CC email tersebut ke atasan. Jadi, ketika terjadi sesuatu yang tak diharapkan di tengah jalan, semua orang akan tahu di mana letak kesalahannya dan siapa yang bertanggung jawab.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.