Kompas.com - 24/11/2012, 17:26 WIB
Penulis Tri Harijono
|
EditorNasru Alam Aziz

MANADO, KOMPAS.com -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan, pengusaha terkemuka Chairul Tanjung dulunya miskin. Bahkan untuk biaya kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, ibunya harus menjual kain kesayangannya.

"Namun bagi Pak Chairul Tanjung, kemiskinan bukan alasan untuk tidak sukses dan beliau telah berhasil membuktikannya," kata Nuh, ketika memotivasi mahasiswa miskin penerima Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Miskin (Bidik Misi) di Universitas Negeri Manado (Unima), di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (24/11/2012).

Kini, kata Nuh, Chairul Tanjung termasuk pengusaha terkemuka dan kunci kesuksesannya adalah berkat pendidikan. "Pendidikan adalah pisau yang paling tajam untuk memutus rantai kemiskinan," kata Nuh, setelah memberi buku Chairul Tanjung si Anak Singkong kepada sejumlah mahasiswa.

Karena itu, kata Nuh, mahasiswa tak boleh patah semangat oleh kemiskinannya. Pemerintah pun kini memberi "karpet merah" untuk mahasiswa miskin dalam bentuk pemberian beasiswa dan kewajiban perguruan tinggi negeri menyediakan 20 persen kursinya untuk calon mahasiswa miskin berprestasi.

Pemberian beasiswa Bidik Misi yang jumlahnya Rp 600.000 per bulan, menurut Nuh, penerimanya terus bertambah setiap tahun. Jika saat diluncurkan 2010 penerimanya 20.000 mahasiswa, kini sudah 92.000 dan tahun depan ditambah lagi menjadi 150.000 penerima.

Pada kesempatan itu Rektor Unima, Phioteus EA Tuerah meminta agar jumlah penerima beasiswa di Unima ditambah, karena terbukti bermanfaat bagi masyarakat miskin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.