Ramai-ramai Les Pelajaran

Kompas.com - 07/12/2012, 17:49 WIB
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com - Mayoritas siswa SMA menambah kegiatannya dengan les atau kursus. Herannya, les yang umumnya mereka lakukan itu adalah les mata pelajaran di sekolah, bukan les bermusik, menari, berolahraga, atau menggambar misalnya.

Lho sudah seharian belajar di sekolah, buat apa les lagi? Itu anehnya. Hasil survei Litbang Kompas pada November lalu antara lain menunjukkan, 87,8 persen dari 770 responden menyatakan pelajar perlu ikut bimbingan belajar atau bimbel di luar sekolah. Bimbel diperlukan terutama untuk menambah pemahaman mereka pada materi pelajaran.

Tujuan itu sesuai dengan alasan Yohana Christina Vidianasita dan Hasyim Rizky Isfandari, yang antara lain menyebut les untuk mendalami materi pelajaran.

”Ada guru yang kalau menjelaskan agak sulit kami mengerti, mau bertanya malas. Ya aku pilih mencari les saja,” kata Yohana, siswi kelas XII SMA Tarakanita, Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Ia memilih tempat les di dekat sekolah. Usai sekolah ia les setiap hari, kecuali Minggu, untuk belajar Matematika, Fisika, Kimia dan Bahasa Inggris, selama dua jam. Yohana tak sendiri, ada temannya yang juga les di tempat itu dengan biaya Rp 500.000 per bulan.

”Suasana belajar di tempat les lebih enak, gurunya menerangkan mata pelajaran dengan jelas. Kalau aku belum mengerti bisa bertanya sampai benar-benar paham,” lanjut cewek yang mengambil jurusan IPA itu.

Menjelang ujian nasional, ada tambahan pelajaran di sekolah. Namun bagi sebagian siswa, tambahan pelajaran selama 1, 5 jam itu pun masih kurang. ”Kebanyakan hanya teori, membahas soalnya jarang,” katanya.

Sementara Hasyim yang merasa kurang menguasai materi pelajaran, memilih bimbel. ”Sekalian saja, gue pengin dapat banyak latihan soal berikut pembahasannya untuk persiapan tes masuk perguruan tinggi negeri,” ujar siswa kelas XII IPS SMAN 28 Jakarta itu. Untuk bimbel selama sekitar 11 bulan, ia membayar sekitar Rp 6 juta, atau Rp 545.000 per bulan.

Kualitas guru

Lebih dari separuh responden mengaku bimbel diperlukan karena materi pelajaran yang diberikan di sekolah tak cukup dimengerti. Pemahaman anak yang kurang terhadap mata pelajaran tertentu, dikhawatirkan membuat nilainya tak mencapai standar. Kurangnya pemahaman itu terjadi antara lain karena kurangnya waktu belajar atau guru kurang berkompeten.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Edukasi
Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Edukasi
CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

Edukasi
Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Edukasi
Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Edukasi
Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

BrandzView
Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Edukasi
Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Edukasi
Ini Dia Para Jawara 'IdeaNation 2019', dari Kampus Mana Saja?

Ini Dia Para Jawara "IdeaNation 2019", dari Kampus Mana Saja?

Edukasi
Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

BrandzView
Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Edukasi
Upaya Menyandingkan 'Habibie Award' Jadi Sekelas 'Nobel'

Upaya Menyandingkan "Habibie Award" Jadi Sekelas "Nobel"

Edukasi
Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Edukasi
Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima 'Habibie Award 2019'

Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima "Habibie Award 2019"

Edukasi
Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional 'John Maddox Prize 2019'

Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional "John Maddox Prize 2019"

Edukasi
Close Ads X