Kompas.com - 18/03/2013, 11:30 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperbaiki sistem rujukan agar rumah sakit tidak kewalahan menangani pasien Kartu Jakarta Sehat.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Senin (18/3/2013), mengatakan, rumah sakit berhak menolak pasien tanpa rujukan dari puskesmas, kecuali untuk darurat kecelakaan dan sakit parah.

"Puskesmas sebagai pintu masuk utama. Tanpa rujukan puskesmas, harap ditolak. Kecuali untuk gawat darurat kecelakaan dan sakit parah. Kalau batuk, pilek, panu, ya tidak perlu ke rumah sakit," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada jajaran Dinas Kesehatan dan direktur rumah sakit di Jakarta.

Pasien KJS tanpa rujukan puskesmas bisa tetap dilayani rumah sakit sebagai pasien umum. Sejak KJS diluncurkan pada 10 November 2012, rumah sakit mengalami lonjakan pasien hingga 70 persen. Jokowi menambahkan, sistem rujukan akan diterapkan dalam tiga tahap.

Tahap pertama puskesmas, lalu ke RSUD, setelah itu baru ke rumah sakit swasta. "Jangan sampai juga puskesmas merujuk seenaknya. Pasien yang ditangani rumah sakit ada levelnya," kata Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.