Apa Saja Daya Tarik "Kampus Internasional" di Jepang? Nih Bocorannya!

Kompas.com - 26/06/2013, 21:52 WIB
Kuliah tingkat pertama sebagai mahasiswa internasional di Ritsumeikan APU juga tidak dibebankan bisa berbahasa Jepang. Calon mahasiswa hanya dituntut bisa berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kuliahnya. M Latief/KOMPAS.comKuliah tingkat pertama sebagai mahasiswa internasional di Ritsumeikan APU juga tidak dibebankan bisa berbahasa Jepang. Calon mahasiswa hanya dituntut bisa berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kuliahnya.
Penulis Latief
|
EditorLatief
BEPPU, KOMPAS.com — Konsep "kampus internasional" menjadi daya tarik Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Beppu, Jepang. Sebanyak 45 persen mahasiswa internasional di perguruan tinggi ini berasal dari 81 negara di dunia. Apa yang menjadi kelebihannya ketimbang kuliah di kampus-kampus ngetop di Tokyo, misalnya?

"Kalau mau dibandingkan dengan Tokyo, paling gampang soal biaya hidup. Biaya makan, misalnya, memang masih sama dengan Tokyo. Tapi untuk biaya tinggal, bisa berbeda 3 kali lipat dari Tokyo. Hidup di Beppu jauh lebih murah. Sebulan mahasiswa bisa mengeluarkan biaya Rp 8 juta per bulan, bahkan bisa di bawah itu," ungkap Dahlan Nariman, Vice Dean of Admission-Associate Professor Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), di Kampus Ritsumeikan APU, Beppu, Jepang, Rabu (26/6/2013).

Kuliah tingkat pertama sebagai mahasiswa internasional di Ritsumeikan APU juga tidak dibebankan bisa berbahasa Jepang. Calon mahasiswa hanya dituntut bisa berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kuliahnya.

"Bahasa Jepang diajarkan ketika mereka sudah mulai kuliah. Nantinya mereka akan mengikuti kuliah dengan metode dual language, yaitu bahasa Inggris dan Jepang. Untuk keahlian bahasa Jepang, mahasiswa akan diarahkan mencapai tingkat bahasa Jepang untuk bisnis. Kunci suksesnya cuma satu, mereka harus terjun berorganisasi karena di situlah keahlian bahasa mereka terasah," ujar Dahlan.

Keuntungan lain kuliah di sini adalah kemudahan mencari part time job atau kerja paruh waktu. Berbekal visa pelajar, seorang mahasiswa bisa dengan mudah mencari pekerjaan sambilan di Beppu.

"Kerja part time untuk mahasiswa di sini legal, yaitu 1 minggu 40 jam kerja. Yang penting punya visa pelajar dan mendaftar ke imigrasi, mahasiswa bisa menjadi pekerja sambilan yang sah," kata Dahlan.

"Standar penghasilan dari bekerja sambilan di Beppu itu per jam 650-800 yen. Jadi, bisa berpenghasilan 40.000 yen per bulan dari kerja sambilan bukan hal sulit di sini," tambah Dahlan.

Berdasarkan data terakhir pada Oktober 2012, jumlah pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Ritsumeikan APU sebanyak 184 mahasiswa, terdiri dari 156 tingkat sarjana (S-1) dan 28 mahasiswa di jenjang S-2. Dahlan mengklaim, dengan angka sebanyak itu dari Indonesia, tawaran kerja dari bermacam perusahaan internasional Jepang selalu membanjir.

"Lebih dari 95 persen mahasiswa internasional sukses di dunia kerja. Tahun lalu, 400 perusahaan internasional melakukan rekrutmen langsung melalui kampus," ujarnya.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X