Kompas.com - 28/06/2013, 22:19 WIB
EditorBNJ
SEMARANG, KOMPAS.com - Kuota yang disediakan untuk siswa dari kalangan masyarakat miskin di sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Kota Semarang hingga hari terakhir pendaftaran, Jumat, tidak terpenuhi.

"Memang tidak terpenuhi. Pendaftar dari kalangan masyarakat miskin hanya 13 orang," kata Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik (PPD) SMA Negeri 3 Semarang, Kamta Agus Sajaka, Jumat (28/6/2013).

Menurut dia, setiap sekolah sebenarnya menyediakan kuota untuk siswa miskin sebesar 20 persen dari total daya tampung, termasuk SMA Negeri 3, Semarang sebanyak 87 kursi dari total kuota 436 kursi.

Dengan pendaftar dari kalangan masyarakat miskin yang hanya 13 orang, kata dia, berarti masih banyak kuota yang tersisa, yakni 74 siswa, atau lebih separuh dari kuota yang disediakan bagi siswa miskin.

Padahal, kata Wakil Kepala SMA Negeri 3, Semarang itu, siswa miskin memang diberikan keistimewaan pada PPD, antara lain berupa penambahan poin sebesar 4,5 bagi mereka yang tinggal di lingkungan sekolah.

Namun, kata dia, di luar siswa miskin yang sudah terdaftar dalam database pendaftaran, ada beberapa pendaftar dari kalangan miskin yang melampirkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kelurahan.

Ia menjelaskan selama ini SMA kesulitan memenuhi kuota siswa miskin karena memang tidak banyak yang mendaftar, seperti tahun lalu hanya mendapat 26 siswa miskin, sementara 2011 ada 29 siswa miskin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemungkinan, kata Agus, banyak siswa miskin yang memilih mendaftar ke sekolah menengah kejuruan (SMK) karena pertimbangan pendidikan kejuruan yang memang menyiapkan lulusannya untuk siap bekerja.

Senada dengan itu, Kepala SMA Negeri 2, Semarang, Hari Waluyo mengakui pendaftar dari kalangan siswa miskin memang tidak memenuhi kuota karena hanya ada 15 pendaftar dari kuota yang tersedia sebanyak 89 kursi.

Ia menyebutkan pihaknya memang menyediakan kuota bagi siswa miskin sebesar 20 persen dari total kuota. SMA Negeri 2 Semarang memiliki kuota siswa baru sebanyak 448 kursi, terbagi atas 14 kelas reguler.

"Mungkin banyak (siswa miskin, red.) yang memilih mendaftar di SMK karena pertimbangannya bisa langsung kerja setelah lulus. Karena itu yang mendaftar ke SMA jadi tidak terlalu banyak," kata Hari.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.