Kompas.com - 17/10/2013, 15:40 WIB
Pendidikan karakter tidak cukup hanya mencakup siswa dan guru, melainkan juga ke masyarakat luas di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah menemukan contoh perilaku baik di masyarakat. shutterstock.comPendidikan karakter tidak cukup hanya mencakup siswa dan guru, melainkan juga ke masyarakat luas di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah menemukan contoh perilaku baik di masyarakat.
EditorLatief
KOMPAS.com - Keteladanan sangat penting dalam implementasi pendidikan berbasis karakter. Karena itulah, sangat tepat jika pendidikan tersebut tidak hanya mencakup siswa dan guru, melainkan juga ke masyarakat luas di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah menemukan contoh perilaku baik di masyarakat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) saat ini sedang mempersiapkan pendidikan berbasis karakter secara holistis. Internalisasi nilai dalam Gerakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Kebudayaan menjadi salah satu program prioritas  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Pendidikan berbasis karakter sejak 2010 lalu telah diterapkan di sekolah, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi. Penggabungan bidang Kebudayaan dan Pendidikan diharapkan akan memperkuat penerapan pendidikan berbasis karakter tersebut.

Sebagai tindak lanjut dan konsistensi pelaksanaan gerakan nasional itu, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud telah melakukan berbagai kegiatan pada tahun 2012 ini. Kegiatan itu, antara lain persemaian nilai, sosialisasi dan kampanye di berbagai media massa, internalisasi nilai ke berbagai target audience, monitoring, dan evaluasi.

"Permasalahan karakter sangat kompleks. Selama ini pendidikan karakter tampak kurang termanifestasikan dengan baik dalam kehidupan bangsa," ujar Wamendikbud bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, dalam jumpa pers bersama Wamendikbud bidang Pendidikan, Musliar Kasim, di Gedung A Kemdikbud, Kamis (27/9/2013) lalu.

Musliar Kasim menambahkan, sejak awal perancangan pendidikan karakter, sekolah menjadi sasaran utama, karena ada siswa dan guru di sana.

"Ada nilai dan karakter baik yang ingin disosialisasikan di sekolah. Nilai-nilai itu bersifat universal, seperti jujur, disiplin, dan kerja keras," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wiendu menyatakan, Gerakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Kebudayaan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, melainkan juga akan dilakukan di luar lingkungan sekolah dengan cara merangkul komunitas budaya dan tokoh masyarakat. Komunitas budaya dan tokoh masyarakat dinilai memiliki komitmen terhadap nilai-nilai positif, seperti cinta tanah air, kesetiakawanan sosial, anti korupsi, serta menjunjung etika dalam berpolitik.

Selain itu, Direktorat Internalisasi Budaya dan Diplomasi Budaya Ditjen Pendidikan Kemdikbud melaksanakan tiga kegiatan utama yang akan dilakukan dalam Gerakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Kebudayaan. Pertama, penanaman nilai budaya di lingkungan sekolah. Kegiatan ini akan memberikan bekal kepada para kepala sekolah dan guru SMP di sepuluh provinsi, yaitu Aceh, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku, NTB, dan Sulawesi Selatan.

Kegiatan kedua adalah Pembangunan Karakter Bangsa Komunitas dan Budaya. Kegiatan ini menekankan pada nilai-nilai kepedulian dan kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap budaya melalui kerja sama dengan komunitas budaya. Untuk tahap pertama, dilakukan di lima provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan NTT.

Adapun kegiatan ketiga adalah Gerakan Bersih Desa Budaya. Kegiatan ini difokuskan pada desa-desa yang masih menjalankan tradisi dan mampu menopang komunitas lokal. Tahapan pertama dilakukan di enam wilayah, yaitu Laweyan, Lasem, Setu Babakan, Sasirangan, Pandesikek, dan Cuci Nagari Maluku. (DESLIANA MAULIPAKSI)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.