Indonesia Tuan Rumah "World Culture Forum 2013"

Kompas.com - 22/10/2013, 10:29 WIB
Berlangsung pada 24-27 November 2013 di Bali, World Culture Forum bertema The Power of Culture in Development ini akan dihadiri sepuluh menteri kebudayaan. www.shutterstock.comBerlangsung pada 24-27 November 2013 di Bali, World Culture Forum bertema The Power of Culture in Development ini akan dihadiri sepuluh menteri kebudayaan.
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia kembali menjadi tuan rumah dalam ajang pertemuan berskala internasional. Kali ini Indonesia akan menjamu dunia dalam acara World Culture Forum (WCF), sebuah forum kebudayaan internasional yang akan menghadirkan para petinggi dunia serta pemerhati kebudayaan dari berbagai negara.

WCF 2013 rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Presiden India, Presiden Yunani, dan Perdana Menteri Spanyol. Wakil Mendikbud bidang Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti mengatakan, berlangsung pada 24-27 November 2013 di Bali, forum pertemuan bertema The Power of Culture in Development ini akan dihadiri sepuluh menteri kebudayaan.

"Hadir juga lembaga swadaya masyarakat internasional yang bergerak di bidang kebudayaan, serta para pemerhati kebudayaan dari Indonesia dan negara lain," kata Wiendu dalam keterangan pers di Kemdikbud, Jakarta (17/10/2013) lalu.

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005 silam telah memprakarsai pendirian WCF ini. Tahun ini penyelenggaraan WCF kembali dibahas dalam diskusi antara Presiden SBY dengan Sekjen PBB Ban Ki Moon dalam Sidang Umum PBB pada 12 Juni 2013 lalu.

Pada diskusi tersebut, Ban Ki Moon menegaskan makna kebudayaan dalam pembangunan. Presiden SBY pun menyatakan komitmennya untuk menggali secara mendalam soal kebudayaan dalam pembangunan pada Agenda Pembangunan Pasca Millennium 2015.

WCF 2013 akan diisi dengan enam simposium internasional yang akan berlangsung secara paralel. Masing-masing simposium akan menghadirkan enam pembicara dari berbagai negara. Adapun tema keenam simposium tersebut adalah Holistic Approaches to Culture in Development; Civil Society and Cultural Democracy; Creativity and Cultural Economics; Culture in Environment Sustainability; Sustainability Urban Development; dan Inter-faith Dialogue and Community Building.

Wiendu menambahkan, festival film kebudayaan dari berbagai negara juga akan meramaikan penyelenggaraan WCF 2013. Film-film tersebut akan diputar terus menerus di bioskop di Bali mulai 24 sampai 28 November 2013, dengan dikoordinir tokoh perfilman Slamet Raharjo. Selain itu, akan diadakan juga World Ethnic Music Festival, yang akan melahirkan Deklarasi Musik Etnis Dunia.

Beberapa tokoh kebudayaan dan seniman turut dilibatkan dalam penyelenggaraan WCF 2013 di bawah pimpinan Prof. Azyumardi Azra sebagai Ketua Dewan Pengarah. WCF 2013, tutur Wiendu, merupakan inisiatif pemerintah Indonesia sepenuhnya.

"Dengan berperan aktif dalam menyusun agenda kebudayaan dunia, indonesia bisa menjadi referensi penting," ujar Wiendu.

Dia berharap, WCF dapat menghasilkan deklarasi "The Bali Promise". Penyelenggaraan WCF di Bali direncanakan menjadi forum internasional berkala untuk membahas kebudayaan dengan segala relevansinya, seperti halnya dengan World Economic Forum di Davos, Swiss, dan World Environment Forum di Rio de Janeiro, Brazil. (DM)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X