Dini, Peraih Beasiswa Bidikmisi Pertama Lulusan Unpad

Kompas.com - 03/03/2014, 11:36 WIB
Dengan fasilitas gratis biaya kuliah, Dini mengaku memiliki beban moral tersendiri. Ia menjadi terpacu untuk berprestasi dan belajar lebih semangat lagi. Dok Pribadi/FacebookDengan fasilitas gratis biaya kuliah, Dini mengaku memiliki beban moral tersendiri. Ia menjadi terpacu untuk berprestasi dan belajar lebih semangat lagi.
EditorLatief
KOMPAS.com - Akhirnya, setelah menempuh studi selama 2 tahun 11 bulan, Dini Nurlelasari meraih gelar sarjana dan diwisuda pada Agustus 2013 lalu. Lulusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjajaran (Unpad) ini merupakan penerima Bidikmisi pertama yang lulus dari Unpad.

"Tentu, saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya karena telah memiliki kesempatan mendapatkan Bidikmisi. Namun, ini tidak akan berhenti sampai di sini, sebab ada tanggung jawab lebih besar ada di depan mata. Saya harus bisa bermanfaat untuk orang banyak," tutur Dini saat ditemui di acara Silaturahim Nasional Bidikmisi di Jakarta, Rabu (26/2/2014).

Sebagai penerima beasiswa Bidikmisi, Dini menuturkan, bahwa banyak manfaat ia dapatkan. Selain kuliah di perguruan tinggi negeri secara gratis, ia juga mendapatkan tunjangan setiap bulan dan uang buku setiap semester. Dengan demikian, Dini mengaku tidak membebani orang tuanya.

"Saya bisa meringankan beban orang tua. Orang tua saya dagang seadanya,” ungkap gadis kelahiran Bandung, 19 Februari 1992 ini.

Dengan fasilitas gratis biaya kuliah, Dini mengaku memiliki beban moral tersendiri. Ia menjadi terpacu untuk berprestasi dan belajar lebih semangat lagi. Apa yang dia dapatkan, lanjut Dini, harus "dikembalikan" kepada negara. Ia harus menjadi orang yang bermanfaat untuk bangsa dan negara.

"Saya ingin bisa melanjutkan studi, soalnya kalau sudah tambah tua nanti konsentrasi berkurang, kesibukan juga semakin bertambah. Makanya, kalau bisa cepat lulus, kenapa enggak," tutur Dini yang lulus dengan IPK 3,59 ini.

Ditanya soal strategi belajar, Dini mengaku tidak memiliki strategi khusus. Ia juga mengaku dapat membagi waktu secara seimbang antara belajar, bermain, dan berorganisasi.

"Ya, kalau ada tugas jangan ditunda-tunda, harus langsung dikerjakan. Di kelas juga harus fokus sama apa yang disampaikan dosen. Kalau waktunya main ya main, waktunya belajar ya belajar. Harus bisa menempatkan waktu yang sesuai," tutur Dini, yang aktif di Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah ini.

Saat ini, dengan segala yang diperolehnya itu, Dini berharap bisa mengamalkan ilmunya minimal untuk orang-orang disekitarnya. Ia juga ingin meningkatkan kualitas diri agar bisa bermanfaat untuk masyarakat. Ke depannya, Dini berharap dapat mewujudkan cita-citanya untuk menjadi dosen.

Dini mengatakan, Dengan menjadi dosen, ia ingin mendidik sekaligus membentuk generasi muda untuk bisa berjuang membangun bangsa. Selain itu, ia juga ingin melakukan berbagai penelitian yang dapat bermanfaat untuk orang banyak, terutama terkait bidang ilmu yang kini sedang ditekuninya, ilmu pariwisata.

"Walaupun negara lain sudah maju, sebenarnya Indonesia enggak ketinggalan, tapi sedang berkembang. Jadi, ya perkembangan ilmu pengetahuan sudah cukup bagus, tapi mesti lebih banyak lagi kaum muda yang bangkit untuk membangun bangsa ini," ujar Dini. (DESLIANA MAULIPAKSI)

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X