Kompas.com - 04/03/2014, 10:39 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk terus meningkatkan dan memperluas jangkauan beasiswa Bidikmisi. Melalui program beasiswa ini bidikmisi diharapkan semakin banyak anak-anak yang berkesempatan memperoleh pendidikan sampai perguruan tinggi.

Presiden SBY mengungkapkan hal itu saat menghadiri Silaturahim dengan 1000 orang mahasiswa peserta bantuan pendidikan keluarga miskin (bidikmisi) di Jakarta, Kamis (27/2/2014) lalu. Pada kesempatan itu, Presiden sempat mengisahkan masa kecilnya yang hidup dari keluarga pas-pasan untuk menempuh dunia pendidikan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

"Jika ada salah satu anggota keluarga duduk di perguruan tinggi merupakan hal membanggakan. Oleh karena itu, sejalan dengan peningkatan anggaran pendidikan yang disiapkan pemerintah, tolong jangkauannya diperluas untuk program Bidikmisi ini," ujar Presiden di hadapan Mendikbud Mohammad Nuh dan para mahasiswa Bidikmisi.

Presiden mengatakan, Pendidikan harus menyentuh semua lapisan masyarakat. Untuk itu, pemerintah melalui Kemendikbud menjaring para siswa dan mahasiswa berprestasi yang  tidak mampu secara ekonomi namun memiliki prestasi untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi.

"Tidak boleh ada anak-anak kita di negeri ini, yang karena memiliki kesulitan ekonomi, lantas tidak bisa bersekolah. Mereka juga memiliki hak dan peluang yang sama untuk memiliki mimpi-mimpi indah menjadi apa dan siapa di negeri ini. Karena itu, menjadi kewajiban moral negara untuk mendukung upaya-upaya dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran melalui dunia pendidikan," kata Presiden.

Presiden SBY juga berharap, para mahasiswa Bidikmisi bisa menjadi putra-putri terbaik calon-calon  pemimpin bangsa di masa depan.

"Negara menunggu kepemimpinan kalian untuk membawa Indonesia ke era keemasan dan kejayaan," ujarnya.

Presiden menuturkan, dirinya merasa beruntung ketika tamat SMA dapat mengemban pendidikan di dunia militer. Presiden masuk Akmil dan biaya pendidikannya ditanggung negara.

"Saat itu belum ada kebijakan atau program beasiswa seperti Bidikmisi," kata Presiden.

Oleh karena itu, Presiden berpesan kepada Mendikbud Mohammad Nuh supaya terus menguatkan program Bidikmisi ini. Presiden juga berjanji, pemerintah akan senantiasa mengedepankan program pendidikan bagi warga tidak mampu. Kepada para mahasiswa Bidikmisi, Presiden berharap agar mereka terus belajar dengan gigih dan meraih prestasi setinggi-tingginya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.