Mendikbud: Kinerja Kemendikbud Sudah "On the Right Track"

Kompas.com - 07/03/2014, 16:19 WIB
Mendikbud Mohammad Nuh dan Wapres RI Boediono pada peresmian Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2014, Kamis (6/3/2014), di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan 2014 digelar selama dua hari, sejak Kamis sampai Jumat (7/3/2014). Dok KemendikbudMendikbud Mohammad Nuh dan Wapres RI Boediono pada peresmian Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2014, Kamis (6/3/2014), di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan 2014 digelar selama dua hari, sejak Kamis sampai Jumat (7/3/2014).
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendudukan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, dalam jumpa pers usai penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2014 di Jakarta, Jumat (7/3/2014) siang, mengatakan bahwa capaian kinerja kementeriannya sangat memuaskan. Dalam bahasa lain, lanjut Mendikbud, sudah "on the right track" atau pada jalur yang benar. 

Mendikbud mengatakan, capaian itu mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 di bidang pendidikan, bahwa capaian Angka Partisipasi Murni (APM) tingkat sekolah dasar pada 2009 sebesar 95,23 persen, dan pada 2013 meningkat menjadi 95,8 persen.

"Pada RPJMN tahun 2014 target APM SD 96 persen, Insya Allah bisa tercapai," kata Nuh.

Sementara untuk APM tingkat sekolah menengah pertama (SMP), pada 2009 tercapai 74,52 dan meningkat hingga mencapai 80 persen pada 2013. Sementara pada RPJMN 2014, Kemendikbud menargetkan 76 persen.

"Ini artinya, melebihi yang ditargetkan," lanjut Nuh.

Dok Kemendikbud Reviev Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.
Demikian pula dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA sederajat dan APK perguruan tinggi yang juga tercapai sesuai RPJMN 2014.

"Insya Allah, APK pendidikan menengah 85 persen dan APK perguruan tinggi 30 persen pada 2014," ujarnya.

Dia mengatakan, jika ada anggota masyarakat mau memberikan penilaian tentang rapor Kemendikbud, pegangannya adalah RPJMN. Alasannya, RPJM merupakan bagian dari komitmen dan fakta intergrita yang telah ditandatangani pada awal Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu ke-2.

"Saya menandatangani target-target itu, dan alhamdulillah, semuanya tercapai. Bukan hanya tercapai, bahkan di beberapa rapor telah melebihi target. Kami bersyukur dan berterima kasih, karena ini semua, satu diantaranya, peran dari para pemangku kepentingan di kabupaten/kota dan provinsi," katanya.

Terkait dengan strategi yang dijalankan Kemendikbud, Nuh menjelaskan, pihaknya menerapkan tiga prinsip dasar dalam membangun dunia pendidikan dan kebudayaan. Ketiga prinsip dasar itu meliputi mendidik lebih dini, sekolah setinggi mungkin, serta menjangkau lebih luas. Prinsip-prinsip tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam skala individu, keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan, serta membangun peradaban.

"Karena pembangunan pendidikan bersifat sepanjang masa, maka dibuatlah tahapan-tahapan, dan masing-masing tahap tersebut harus dijaga keberlangsungannya. Kegiatan RNPK salah satu tujuannya adalah untuk menjaga keberlangsungan tahapan-tahapan tersebut," kata Nuh.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X