Ingat... Di Perkuliahan "Online" Itu Dosen Cuma sebagai Moderator!

Kompas.com - 12/05/2014, 12:02 WIB
Pada dasarnya teknis pelaksanaan perkuliahan secara online tidak berbeda dengan perkuliahan konvensional yang berlangsung dengan tatap muka di kelas. Namun, pada perkuliahan secara online, dosen setidaknya dituntut memiliki dedikasi lebih tinggi. www.shutterstock.comPada dasarnya teknis pelaksanaan perkuliahan secara online tidak berbeda dengan perkuliahan konvensional yang berlangsung dengan tatap muka di kelas. Namun, pada perkuliahan secara online, dosen setidaknya dituntut memiliki dedikasi lebih tinggi.
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Sudah hampir enam minggu lebih perkuliahan Magister Management Online ( MM Online) BINUS Bussiness School aktif berjalan. Pada perkuliahan yang menggunakan sistem online secara penuh itu, posisi pengajar atau dosen hanya sebagai penengah atau moderator dalam forum diskusi yang berbentuk mirip sebuah blog.

Hal itulah yang dirasakan oleh Tengku Mohd. Khairal, salah satu dosen pengajar MM Online. Menurut dia, pada dasarnya teknis pelaksanaan perkuliahan secara online tidak berbeda dengan perkuliahan konvensional yang berlangsung dengan tatap muka di kelas. Namun, pada perkuliahan secara online, dosen setidaknya dituntut memiliki dedikasi lebih tinggi.

"Sebab, pengajar harus selalu sigap setiap hari untuk mengecek forum di dunia maya. Kalau kuliah reguler itu tiga jam selesai. Ada pertanyaan waktu itu, saat itu juga bisa selesai. Kalau di perkuliahan online, mahasiswa bisa bertanya kapan saja, terus berlanjut," ujar Tengku saat ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Universitas Bina Nusantara, Jakarta, tengah April lalu.

Dosen yang juga Ketua Program MM Online itu memaparkan, bahwa kelas laiknya sebuah forum diskusi yang disediakan pada sistem perkuliahan. Bentuknya seperti blog.

Di forum itulah, mahasiswa kemudian memberikan komentarnya untuk menanggapi atau mengkritisi topik-topik diskusi perkuliahan yang dicetuskan oleh dosen. Topik tersebut kemudian bergulir dalam forum. Di sinilah mahasiswa diminta aktif untuk memberikan komentar mereka (Baca: Mutlak, Metode "Online Learning" Bikin Mahasiswa Lebih Disiplin!).

Salah satu yang menarik dari perkuliahan online ini, lanjut Tengku, tidak ada yang pernah bisa menebak, kapan si mahasiswa akan berkomentar. Semua topik dipilih dari silabus, tetapi penetu topik diskusi adalah dosen.

"The beautiful thing of online, waktunya kapan saja available, kapan si mahasiswa diskusi, semua akan terekam di situs. Ada yang tiba-tiba muncul jam 1 malam, itu terekam di sana," ujar Tengku.

"Dosen ada tanggung jawab pribadi di sini. Paling tidak, sekurang-kurangnya dia mengecek forum sekali sehari. Dia tidak bisa melepas dalam dua atau tiga hari kosong, karena kalau kelamaan akan menumpuk komentarnya," kata Tengku.

C33-12/Fitri Prawitasari Tengku Mohd. Khairal, Dosen yang juga Ketua Program Magister Management Online (MM Online) BINUS Bussiness School.
Bukan E-learning

Satu hal yang unik, menurut Tengku, adalah jawaban-jawaban yang dilontarkan oleh para mahasiswa pada saat terjadi diskusi dalam forum. Pasalnya, tak jarang di antara para mahasiswa itu terjadi adu argumen.

"Di situlah fungsi dosen, yaitu sebagai penengah. Bila ada mahasiswa yang sudah terlihat dengan nada tinggi, kita akan tutup forumnya," kata Tengku.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X