Kompas.com - 12/05/2014, 12:02 WIB
Pada dasarnya teknis pelaksanaan perkuliahan secara online tidak berbeda dengan perkuliahan konvensional yang berlangsung dengan tatap muka di kelas. Namun, pada perkuliahan secara online, dosen setidaknya dituntut memiliki dedikasi lebih tinggi. www.shutterstock.comPada dasarnya teknis pelaksanaan perkuliahan secara online tidak berbeda dengan perkuliahan konvensional yang berlangsung dengan tatap muka di kelas. Namun, pada perkuliahan secara online, dosen setidaknya dituntut memiliki dedikasi lebih tinggi.
|
EditorLatief

"Di situlah fungsi dosen, yaitu sebagai penengah. Bila ada mahasiswa yang sudah terlihat dengan nada tinggi, kita akan tutup forumnya," kata Tengku.

Tengku juga menekankan perbedaan antara pengajaran MM online dengan metode pengajaran E-learning. Pada metode E-learning mahasiswa hanya diminta mengunduh modul, lalu kemudian mereka pelajari sendiri modul tersebut. Tapi, mempelajari modul-modul tersebut tidak dilakukan dengan pengajaran secara online ("MM Online Learning", Inilah Kebebasan Belajar yang Penuh Tanggung Jawab!).

"Pada MM online, kalau kita download, mahasiswa harus baca. Satu minggu kemudian ada forum diskusi, dan dosen harus memberikan topik yang terkait dengan topik pada minggu tersebut. Pada pengajaran online, dosen hanya menjadi penengah diskusi. Karena belajar-mengajar itu lebih kepada mahasiswa itu sendiri," katanya.

Teguh menjelaskan, perkuliahan MM Online memiliki masa kuliah 3 semester. Setiap semester terbagi menjadi dua periode yang terdiri 4 sampai 5 mata kuliah.

Adapun saat ini merupakan perkuliahan pertama MM Online setelah resmi diluncurkan pada akhir 2013 lalu. Sebanyak 20 orang mahasiswa tercatat mengikuti kelas perdana MM online ini dan diisi oleh dua tenaga dosen. Dari kedua puluh orang itu kemudian dibuat kelompok-kelompok kecil selama perkuliahan.

"Pembagiannya dilakukan oleh sistem. Dalam kelompok itulah kemudian mahasiswa saling berdiskusi. Kelompok akan terus berganti setiap mata kuliah," ujar Teguh.

"Yang paling unik pada first class. Topik pembicaraan pertama mereka adalah tukar nomer ponsel. Mungkin, untuk melancarkan komunikasi tidak hanya dalam forum ini saja," tambahnya.

Baca juga: Mengapa Siswa Kelas "Online" Lebih Unggul dari Kelas Konvensional?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.