Kompas.com - 16/07/2014, 16:46 WIB
Pada Desember 2013, berita bahagia datang dari StuNed. Keinginan Galuh untuk menimba ilmu Online Journalism di RNTC, Hilversum, Belanda, selama enam minggu itu akhirnya tercapai.
Dok Pribadi/GaluhPada Desember 2013, berita bahagia datang dari StuNed. Keinginan Galuh untuk menimba ilmu Online Journalism di RNTC, Hilversum, Belanda, selama enam minggu itu akhirnya tercapai.
EditorLatief

"Saya akui, kami semua yang berada di dalam kelas ini memang berbeda, baik dari segi budaya, kultur, latar belakang hingga pekerjaan dan pengalaman. Namun, perbedaan tersebut akhirnya menyatukan kami, karena metode pembelajaran di Belanda yang juga berbeda," ujar Galuh.

Galuh mengisi hari-hari itu dengan diskusi dan diskusi, presentasi, debat panjang, serta tugas praktik dari teori yang sempat dijabarkan. Semua dilakukan baik secara individual maupun kelompok. Menurut dia, berbeda pendapat, baik dengan teman maupun pengajar, di sini memang tempatnya.

"Silakan menyatakan argumen, namun tetap hargai pendapat orang lain," ujarnya.

Galuh bilang, jika kurang paham dengan salah satu materi yang diajarkan, keterbukaan yang dijunjung tinggi membuat pengajar dan teman-teman saling membantu.

Tak hanya itu. Karena waktunya banyak dihabiskan di balik monitor komputer, kerap kali Galuh dan teman-temannya menghabiskan waktu di halaman belakang RNTC untuk sekadar main voli dan melepas tegangnya otot.

"Cara-cara seperti ini, yang menurut saya sukses menstimulasi otak, merasa 100 % terlibat, dan melatih untuk berpikir kritis namun tepat sasaran," kata Galuh.

Mesti beradaptasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Galuh mengakui, berada di negara lain yang bukan negara sendiri, tentu ada beberapa hal yang mesti disesuaikan. Hal pertama adalah cuaca. Musim peralihan dari semi ke panas bikin cuaca cenderung sulit ditebak. Ada kalanya hujan dengan suhu 11 derajat celcius, namun keesokan harinya matahari bersinar cerah dengan suhu 23 derajat celcius. Pantas saja, kata Galuh, aplikasi yang pasti dibuka tiap hari adalah prakiraan cuaca.

"Hal kedua yang penuh tantangan adalah soal makanan, khususnya bagi saya penggemar fanatik hidangan lokal Indonesia. Ini terasa di hari-hari awal saya menyantap cold food untuk makan siang dan minimnya rasa pedas saat mengecap. Tapi, lidah Asia saya dengat bahagia menyambut Dutch herring, smoked salmon, dan croquette," ujarnya.

Ketiga, dan ini yang membuatnya terkagum-kagum, adalah betapa teraturnya hidup Belanda. Sebagai pejalan kaki, siapa pun anggota masyarakat adalah raja atau ratu. Begitu seseorang hampir tiba di zebra cross, maka mobil, bahkan truk sekalipun, akan berhenti untuk memberi Anda jalan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.