Kompas.com - 23/09/2014, 07:00 WIB
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kuliah di Jepang tentu menjadi impian banyak pelajar, tak terkecuali peIajar Indonesia. Kuliah di luar negeri dianggap bisa memberikan bermacam ilmu pengetahuan yang belum tentu ada di Indonesia.

Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) di Jepang menjadi salah satu destinasi favorit pelajar di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi. APU merupakan salah satu perguruan tinggi yang menahbiskan diri sebagai kampus internasional.

Berdiri sejak 1999, APU kini memiliki 5.596 mahasiswa dari 84 negara di seluruh dunia. Perspektif multikultural menjadi konsep yang dikedepankan oleh APU. Ini pula yang menjadi pertimbangan Evi, salah satu orangtua yang menghadiri acara 'APU Information Session', Minggu (21/9/2014).

"Perspektif multikultur ini sangat baik nantinya karena akan memberikan banyak pengalaman yang tidak bisa didapatkan di Indonesia," kata Evi, yang juga dosen di Universitas Indonesia.

Selain Evi, Rizal pun sangat berharap anaknya mampu kuliah di APU. Program beasiswa menjadi salah satu penarik perhatian pria berkacamata tersebut.

"Saya berharap anak saya dapat kesempatan untuk kuliah di sana. Bantuan finansial berupa beasiswa pemotongan biaya kuliah dan mungkin lanjutannya untuk biaya hidup di sana juga menjadi pertimbangan saya. Selain itu, sudut pandang yang cocok dengan globalisasi juga bagus untuk anak saya," kata Rizal, yang datang bersama putrinya.

Tak hanya orangtua, anak-anak mereka pun sangat antusias bisa kuliah di luar negeri. Bermacam alasan mereka kemukakan, salah satunya untuk memenuhi jiwa petualang yang ada dalam dirinya.

"Sejujurnya, saya pilih Jepang karena selain teknologinya bagus dan ini juga jadi ajang buat saya untuk mencoba hal baru," kata Rihana, calon pelajar Indonesia yang akan kuliah di APU.

Lebih lanjut lagi, dara yang akrab disapa Riri itu ingin mengharumkan nama baik Indonesia di kancah internasional lewat budayanya di Jepang nanti. Selain Riri, ada pula Puput yang memilih APU karena adanya jurusan sosial di sana. Padahal, mayoritas universitas di Jepang fokus pada jurusan teknik.

Ihwal kekhawatiran akan jauh dari orangtua, Puput mengaku hal itu ada. Hanya, dia tidak ingin mempermasalahkannya.

"Memang, ingin mencoba saja, enggak ada salahnya hidup mandiri. Terlebih lagi pas S-1 nanti, ya enggak apa-apa," kata Puput, yang kini masih duduk di bangku kelas dua SMA.

Baca juga: Dibuka... Beasiswa S-1 ke "Ritsumeikan APU" Jepang!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.