Kompas.com - 15/10/2014, 07:00 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
TOKYO, KOMPAS.com - Selain tak mewajibkan bisa berbahasa Jepang pada saat pendaftaran, Tokyo International University (TIU) menyiapkan banyak skema beasiswa untuk calon mahasiswa
internasional, termasuk pelajar dari Indonesia. Selain dari Vietnam, saat ini pelajar asal Indonesia paling diincar dalam perekrutan pelajar internasional lewat program E-Track di kampus tersebut.

Manajer Umum E-Track Office Tokyo International University, Shunsuke Sekiguchi, mengatakan
bahwa beberapa skema beasiswa dirancang demi mendorong semangat mahasiswa untuk belajar. Beberapa skema beasiswa yang ditawarkan itu meliputi pengurangan biaya kuliah sebesar 30 persen, 50 persen, 80 persen atau 100 persen (full tuition).

"Asalkan mau bersaing, semua mahasiswa bisa mendapatkan beasiswa ini berdasarkan penilaian prestasi akademik dan kondisi calon mahasiswa saat pendaftaran masuk. Beasiswa ini tetap berlaku selama empat tahun, yaitu selama si mahasiswa bisa mempertahankan prestasi akademiknya dengan baik," ujar Sekiguchi di Kampus TIU, Tokyo, Kamis (9/10/2014).

Saat ini, baru dua bidang studi yang disiapkan melalui program E-Track, yaitu Ekonomi Bisnis dan Hubungan Internasional. Bagi mahasiswa berpretasi yang berencana melanjutkan studinya di program pascasarjana (S-2), TIU bisa mendapatkan gelar sarjana dan gelar magister sekaligus
dalam waktu lima tahun.

"Ini akan memperpendek waktu atau menjadikan kegiatan belajar lebih efisien dengan membolehkan mahasiswa meraih gelar dalam waktu lebih singkat dan dengan biaya yang rendah," tambahnya.

M Latief/KOMPAS.com Yushianty Salim, mahasiswi semester dua jurusan Bisnis Ekonomi TIU, adalah salah satu pelajar asal Indonesia yang meraih beasiswa sarjana (S-1). Dia mendapatkan skema beasiswa 50 persen dari TIU.
Yushianty Salim, mahasiswi semester dua jurusan Bisnis Ekonomi TIU, adalah salah satu pelajar asal Indonesia yang meraih beasiswa sarjana (S-1). Dia mendapatkan skema beasiswa 50 persen dari TIU.

"Saya mendapat beasiswa ini setelah pihak kampus melihat nilai-nilai akademik saya sejak bangku SMA, yaitu nilai rapor. Selain itu, penilaian lain yang membuat saya bisa mendapatkannya adalah saat membuat essay. Essay harus meyakinkan pihak universitas, bahwa kitalah yang paling tepat meraih beasiswa ini," ujar Yushianty.

Sebelumnya diberitakan, profesor bidang politik internasional Tokyo International University
(TIU), Akitoshi Miyashita, mengatakan bahwa dua negara paling diincar dalam perekrutan pelajar
internasional saat ini adalah Vietnam dan Indonesia. Kewajiban bisa berbahasa Jepang tak perlu
dijadikan momok menakutkan dan menjadi batu sandungan untuk mereka. Baca: Jangan Takut, Bahasa Jepang Bukan "Batu Sandungan" Kuliah ke Jepang!.

Adapun bagi pelajar Indonesia yang ingin menjadi bagian dari program E-Track dan menjadi mahasiswa internasional di Tokyo International University, tersedia dua pilihan tahun ajaran, yaitu pada April dan September. Dengan demikian, pelajar SMA kelas 3 yang lulus pada Juni bisa langsung mendaftar pada September.

Tahap awal pendaftaran akan dibuka pada 7 November nanti. Informasi selengkapnya bisa dilihat di www.tiu.ac.jp.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.