Kompas.com - 21/10/2014, 07:00 WIB
Menurut data Japan Student Services Organizations (JASSO) per 1 Mei 2013, jumlah pelajar Indonesia di Jepang saat ini mencapai angka 2410. Jumlah itu kemudian menempatkan Indonesia di peringkat keenam sebagai negara terbanyak yang pelajarnya menempuh pendidikan di Jepang.
M Latief/KOMPAS.comMenurut data Japan Student Services Organizations (JASSO) per 1 Mei 2013, jumlah pelajar Indonesia di Jepang saat ini mencapai angka 2410. Jumlah itu kemudian menempatkan Indonesia di peringkat keenam sebagai negara terbanyak yang pelajarnya menempuh pendidikan di Jepang.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Jepang menjadi negara destinasi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya. Lantas, apa yang membuat Jepang menjadi salah satu primadona pendidikan luar negeri?

Menurut data Japan Student Services Organizations (JASSO) per 1 Mei 2013, jumlah pelajar Indonesia di Jepang saat ini mencapai angka 2410. Jumlah itu kemudian menempatkan Indonesia di peringkat keenam sebagai negara terbanyak yang pelajarnya menempuh pendidikan di Jepang.

Namun, jumlah yang cukup banyak itu tak membuat kaget Pemerintah Jepang, khususnya Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Jepang punya ciri khas tersendiri perihal sistem pendidikannya di mata pelajar asing. 

"Setidaknya ada empat keistimewaan belajar di Jepang. Pertama, Jepang memiliki standar pendidikan tinggi dan lingkungan penelitian yang baik. Kedua, Jepang memiliki kekayaan budaya dan alam yang bisa menjadi pengalaman para mahasiswa. Ketiga, banyaknya sistem beasiswa dengan rata-rata 60 ribu yen per bulan, dan terakhir banyaknya pekerjaan paruh waktu dengan gaji mencapai 28 ribu yen per bulan," jelas Tetsuhito Minami, Atase Pendidikan Kedubes Jepang kepada Kompas.com di acara Japan Education Fair 2014, Minggu (19/10/2014).

Hal itu tersebut diamini oleh Olvi (17), salah satu pengunjung Japan Education Fair 2014. Menurut dia, Jepang memiliki budaya dan teknologi yang tepat dijadikan sebagai tempat belajar.

"Suka dengan budayanya. Pergi ke Jepang juga sudah menjadi cita-cita saya dari dulu. Selain itu, teknologi Jepang kan maju banget, jadi mudah-mudahan kalau sekolah di sana bisa lebih hebat lagi," kata Olvi, pelajar kelas tiga SMA di Jakarta.

Sadar akan potensi pendidikan yang begitu besar, pemerintah Jepang membuat upaya-upaya untuk terus meningkatkan jumlah pelajar asingnya. Bahkan, mereka menargetkan 300 ribu pelajar Indonesia pada 2020.

"Beberapa usaha kami adalah mempromosikan studi di Jepang dengan pameran pendidikan, mempermudah pengurusan studi seperti ujian masuk dan memperbaiki proses imigrasi, kemudian memperluas program bahasa Inggris agar menjadi universitas global, lalu memperbaiki sarana prasarana, dan memberikan dukungan setelah lulus," jelas Minami.

Minami pun berharap agar lebih banyak lagi mahasiswa berprestasi dari Indonesia yang sekolah di Jepang dan begitu lulus bisa memberikan ilmunya di Indonesia. Sebaliknya, hal itu juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara Indonesia dan Jepang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X