Inilah Sekolah Robotik Pertama di Indonesia!

Kompas.com - 12/12/2014, 14:00 WIB
BASE sendiri merupakan satu-satunya sekolah untuk jurusan bidang robotik di Indonesia. Sekolah ini mencoba menggabungkan antara mesin dan komputer dalam satu produk engineering. Dok Binus ASO School of Engineering (BASE).BASE sendiri merupakan satu-satunya sekolah untuk jurusan bidang robotik di Indonesia. Sekolah ini mencoba menggabungkan antara mesin dan komputer dalam satu produk engineering.
EditorLatief
KOMPAS.com - Semakin majunya teknologi di era ini membuat banyak institusi pendidikan tinggi berlomba-lomba menciptakan jurusan berbasis teknologi komputer. Namun, lain halnya dengan Universitas Bina Nusantara (Binus University) yang mendirikan Binus ASO School of Engineering (BASE).

BASE merupakan program joint venture antara ASO College, salah satu sekolah robotik terkemuka di Jepang, dengan Binus University. Program kerjasama ini membuat kedua institusi pendidikan itu memiliki peran yang lebih dari sekadar kerjasama.

"Joint venture ini merupakan proses 'perkawinan' antara ASO College dan Binus. Jadi, ada tabungan bersama yang berasal dari gabungan pendanaan keduanya," ujar Ho Hwi Chie, Dean of Binus ASO School of Engineering, di Kampus Kijang Binus University, Rabu (10/12/2014).

BASE sendiri merupakan satu-satunya sekolah untuk jurusan bidang robotik di Indonesia. Sekolah ini mencoba menggabungkan antara mesin dan komputer dalam satu produk engineering.

Sekolah tersebut memiliki dua program studi utama, yakni Automotive Robotic Engineering dan Product Design Engineering. Kedua program studi itu sama-sama fokus pada bidang teknik, tapi berbeda pada eksekusinya.

"Automotive robotic engineering lebih mempelajari otomatisasi dalam bidang kendaraan bermotor, sementara product design engineering menciptakan karya-karya fungsional yang membantu dalam kehidupan manusia tapi dengan harga ekonomis," jelas Ho Hwi Chie.

Mahasiswa BASE program studi automotive robotic engineering berusaha membuat benda mati, dalam hal ini kendaraan bermotor, memiliki “pikiran” atau intelegensia. Salah satu proyek yang tengah mereka kerjakan adalah sebuah prototipe mobil yang mampu melambatkan lajunya dengan otomatis.

"Kita sedang membuat prototipe mobil yang apabila melanggar marka jalan, maka ia akan otomatis melambat. Ini berfungsi untuk mengurangi kecelakaan ketika mengantuk karena mobil akan mengurangi kecepatannya dan pengendara mobil akan bangun begitu sadar mobilnya melambat," jelas Ho Hwi Chie.

Sementara itu, program studi product design engineering berlandaskan ilmu teknik industri yang menggunakan sumber daya secukupnya dan tak berlebihan. Output dari program studi ini adalah mahasiswa akan mampu menciptakan ide-ide problem solving dan produk hasil inovasi yang nilai gunanya bertambah.

M LATIEF Rektor Binus University Prof Harjanto Prabowo (kedua dari kiri) dan CEO of ASO College Group, Yutaka Aso, pada jumpa pers Binus-ASO School of Engineering (Base) di The Joseph Wibowo Center, Senin (25/8/2014).
Selanjutnya, Ho Hwi Chie menjelaskan, BASE melihat bahwa orang Indonesia memiliki kegemaran di bidang otomotif. Karena itulah, mereka kemudian memiliki misi menyediakan sebuah lembaga yang akan mengakomodasi kebutuhan tersebut. Selain itu juga untuk menciptakan kemampuan anak bangsa lebih baik lagi.

"BASE mencoba mempersiapkan bangsa Indonesia untuk siap menghadapi AFTA 2015. Jangan sampai anak bangsa malah jadi penonton di negeri sendiri," ujar Ho Hwi Chie.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X