Kompas.com - 08/01/2015, 17:29 WIB
Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Baker, saat memberi sambutan pelepasan 16 staf Kementerian Perdagangan peraih beasiswa StuNed di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, pada hari Rabu (7/1/2015). Para peraih beasiswa itu mengikuti tailor-made training tentang Commodity Market Review to Contribute to National Trade Policy di Belanda.  Dok KemendagDirektur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Baker, saat memberi sambutan pelepasan 16 staf Kementerian Perdagangan peraih beasiswa StuNed di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, pada hari Rabu (7/1/2015). Para peraih beasiswa itu mengikuti tailor-made training tentang Commodity Market Review to Contribute to National Trade Policy di Belanda.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 16 staf Kementerian Perdagangan tahun ini mendapatkan beasiswa Studeren in Nederland (StuNed) untuk mengikuti tailor-made training Commodity Market Review to Contribute to National Trade Policy di Belanda. Pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan staf kementerian dalam menyusun analisa pasar komoditas secara komprehensif sebagai dasar penentuan kebijakan perdagangan.

Pelatihan berlangsung selama tiga minggu, mulai Senin (19/1/2015) sampai Jumat (6/2/2015) mendatang. Para penerima beasiswa itu akan menempuh pelatihan di Universitas Vrije, di Amsterdam. Keberangkatan mereka dilakukan di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu (7/1/2015), lalu disaksikan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan, Tjahya Widayanti, dan Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker.

"Saya lihat pemilihan metode tailor made training bermanfaat untuk mendukung tugas pemantauan perkembangan harga dan pemberian rekomendasi kebijakan dalam rangka menjalankan salah satu mandat Undang-undang Perdagangan, yaitu mengendalikan ketersediaan barang kebutuhan pokok," kata Tjahya Widayanti kepada Kompas.com, Kamis (8/1/2015).

Sementara itu, menurut Direktur Nuffic Neso Indonesia Mervin Bakker, Belanda memiliki kelebihan di bidang perdagangan komoditas. Universitas Vrije sebagai penyelenggara pelatihan akan memfasilitasi peserta untuk mendapatkan teori dan praktek analisa pasar komoditas. 

"Nantinya untuk diterapkan di lingkungan kerja para staf masing-masing," ujar Mervin.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.