Komik Terus Bidik Anak Muda, dari Kisah Ramayana hingga Matematika

Kompas.com - 13/01/2015, 12:00 WIB
Banyak karya komik muncul untuk meraih kembali kecintaan anak-anak muda Indonesia kepada komik lokal buatan anak Indonesia sendiri di tengah gempuran komik luar negeri. Salah satunya komik Dok re:ON ComicsBanyak karya komik muncul untuk meraih kembali kecintaan anak-anak muda Indonesia kepada komik lokal buatan anak Indonesia sendiri di tengah gempuran komik luar negeri. Salah satunya komik "Grand Legend Ramayana" karya Is Yuniarto.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kompilasi komik karya anak-anak muda Indonesia, re:ON Comics, kembali memperkenalkan buku kompilasi komik volume 11. Majalah kompilasi berisi komik dari berbagai genre dengan konten yang mengikuti kebutuhan "Reonites" atau komunitas anak muda penggemar komik tersebut saat ini. 

Komik Volume 11 kali ini memperkenalkan beberapa judul komik yang tidak kalah menarik dengan edisi sebelumnya. Komik-komik itu antara lain Grand Legend Ramayana karya Is Yuniarto, Lay-Lay Cat karya Andik Prayogo-Sheila Rooswitha, Tawur karya C Suryo Laksono, Galauman karya Ockto Baringbing-Ino Septian, dan Lolita Love karya Nan Nan.

"Kami ingin memuaskan rasa penasaran para penggemar komik yang terdiri dari anak-anak muda ini," kata Chris Lie, Editor in-Chief re:ON kepada Kompas.com, Selasa (13/1/2015).

Komik Grand Legend Ramayana, misalnya, tampil lebih menegangkan karena cukup banyak adegan action di chapter terbaru ini. Sementara itu, komik Tawur yang akan mengakhiri season pertamanya justru semakin digemari.

"Kami sediakan juga tutorial untuk belajar membuat komik. Banyak hal di sini kami jadikan kontribusi untuk memberi kesempatan bagi para calon komikus pemula untuk berkarya dan terus melatih diri," kata Chris.

Sementara itu, Andik Prayogo, Creative Director re:ON mengatakan bahwa dengan berakhirnya season pertama komik Me VS Big Slacker Baby karya Annisa Nisfihani di volume 10, di volume 11 ini ia memperkenalkan sebuah judul baru, yaitu Math.

"Kami berharap agar komik ini dapat memancing animo pembacanya akan Matematika. Kenapa, karena keunikan cerita komik ini memadukan Matematika dengan genre drama," ujar Andik.

Andik menambahkan bahwa komik Math besutan Maximilian Fansyuri dan Dini Marlina itu merupakan bentuk uji coba korelasi minat komik terhadap minat Matematika yang umumnya menjadi momok bagi para siswa sekolah.

"Kalau ternyata komik ini bisa meningkatkan minat pembaca terhadap Matematika, ini bakal jadi terobosan baru, yaitu belajar lewat komik," katanya.

Adapun re:ON Comics mulai terbit sejak Juli 2013 lalu. Sejak itu, kompilasi komik ini terbit secara teratur dan menghidupkan kembali kecintaan anak-anak muda Indonesia kepada komik lokal buatan anak-anak Indonesia di tengah gempuran komik luar negeri.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.