Siap-siap... Beasiswa LPDP Dibuka sampai Empat Gelombang!

Kompas.com - 31/01/2015, 08:00 WIB
Beasiswa LPDP tahun ini rencananya akan dibuka sebanyak empat gelombang pada Februari, Mei, Agustus, dan November. Pendaftaran beasiswa ditutup sebulan sebelum keempat gelombang tersebut. www.shutterstock.comBeasiswa LPDP tahun ini rencananya akan dibuka sebanyak empat gelombang pada Februari, Mei, Agustus, dan November. Pendaftaran beasiswa ditutup sebulan sebelum keempat gelombang tersebut.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun ini kembali memberikan beasiswa. Beasiswa tersebut terbuka bagi 3.100 masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi untuk program magister dan doktor, baik di dalam maupun luar negeri.

Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo mengatakan, 3.100 beasiswa itu nantinya akan dibagi lagi ke dalam kategori beasiswa umum, presiden, dan afirmasi. Beasiswa umum akan diberikan kepada 2.400 pelamar, sedangkan beasiswa presiden kepada 100 pelamar, dan 600 sisanya diperuntukkan bagi beasiswa afirmasi.

"Beasiswa tersebut dapat digunakan untuk studi di 200 perguruan tinggi terbaik luar negeri dan 100 perguruan tinggi dalam negeri berakreditasi A, sedangkan 80 persennya digunakan untuk program magister, dan sisanya untuk program doktoral," ujar Eko di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (30/1/2015).

Menurut Eko, program beasiswa itu diharapkan menghasilkan pemimpin yang mampu mengelola berbagai sektor. Dia menargetkan dapat menghasilkan 60.000 lulusan beasiswa ini pada 2030 mendatang.

"Kita kan masih kekurangan tenaga kerja terdidik sebanyak 60 juta orang pada 2030 nanti. Asumsinya, satu orang lulusan dapat memimpin 1.000 pegawai. Jadi, kita menargetkan ada 60.000 lulusannya," tambah Eko.

Syarat

Beasiswa LPDP tahun ini rencananya akan dibuka sebanyak empat gelombang pada Februari, Mei, Agustus, dan November. Pendaftaran beasiswa ditutup sebulan sebelum keempat gelombang tersebut. Para pelamar dapat mendaftarkan dirinya lewat laman www.lpdp.depkeu.go.id atau www.beasiswalpdp.org.

Para pelamar, lanjut Eko, nantinya akan menjalani dua tahap seleksi, yaitu seleksi administrasi dan wawancara. Proses adminstrasi yang dilangsungkan mensyaratkan pelamar membawa dokumen, antara lain ijazah sarjana atau magister dari kampus pelamar, transkrip nilai dengan IPK minimum 3 (S-2) dan 3,25 (S-3), sertifikat TOEFL dengan skor minimum 550 atau IELTS dengan skor minimum 6,5, lampiran organisasi yang pernah diikuti, serta surat keterangan sehat. Pelamar yang melampirkan letter of acceptance dari kampus pilihannya akan dipropritaskan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Badarudin mengatakan, anggaran yang diberikan untuk menjalankan program LPDP tahun ini sebesar Rp 1,6 triliun. Dana tersebut dialokasikan dari APBN sebesar Rp 15,6 triliun pada 2010 hingga 2013.

"Dana tersebut merupakan alokasi APBN sejak 2010 hingga 2013. Dananya dipakai untuk penyaluran beasiswa, pembiayaan riset, serta rehabilitasi fasilitas pendidikan," ujar Kiagus.

Kiagus mengklaim, pada 2014 lalu, dana LPDP telah terpakai sebanyak Rp 750 miliar untuk pembiayaan tiga kegiatan tersebut. Ia berharap suntikan modal kepada LPDP terus dilakukan hingga mencapai 40 triliun agar ketiga kegiatan tersebut tercukupi pembiayaannya.

Baca juga: Beasiswa Kuliah di Jepang, Belajarnya dengan Bahasa Inggris, Mau?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X