Octal-Rika, Suami Istri yang Sukses Meraih Beasiswa ke Belanda

Kompas.com - 18/02/2015, 07:00 WIB
Berstatus pasangan suami istri bukan penghalang bagi Octal Pramudito dan Rika Nurmala Putri untuk mewujudkan impian mereka melanjutkan pendidikan ke luar negeri bersama-sama. Dok Pribadi Octal-RikaBerstatus pasangan suami istri bukan penghalang bagi Octal Pramudito dan Rika Nurmala Putri untuk mewujudkan impian mereka melanjutkan pendidikan ke luar negeri bersama-sama.
EditorLatief
KOMPAS.com - Berstatus pasangan suami istri bukan penghalang bagi Octal Pramudito dan Rika Nurmala Putri untuk mewujudkan impian mereka melanjutkan pendidikan ke luar negeri bersama-sama. Sejak masa pacaran hingga akhirnya menikah, keduanya mempunyai satu impian, yaitu melanjutkan studi S-2 ke Belanda.

Octal dan Rika bertemu untuk petama kalinya saat keduanya bekerja di Bappenas. Keduanya menikah pada 2011 silam.

Octal menuturkan, sejak sebelum menikah masing-masing memang sudah berencana melanjutkan sekolah master ke luar negeri. Lelaki kelahiran Semarang, 20 April 1984, itu mengakui bahwa kebetulan mereka juga sama-sama ingin melanjutkan studi ke Belanda.

"Oleh karena itu, setelah menikah, kami berdua mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mendaftar beasiswa dan sekolah di Belanda bersama-sama," ujar Octal di Jakarta, Senin (16/2/2015).

Octal dan Rika memang berhasil meraih beasiswa Studeren in Nederland ( StuNed) dan berkesempatan melanjutkan pendidikan S-2 di International Institute of Social Studies (ISS), Den Haag. Di salah satu bagian dari universitas ternama Belanda, Erasmus University, itu mereka menerima beasiswa penuh sebagai bentuk kerja-sama bilateral pemerintah Indonesia dan Belanda dalam bidang pendidikan yang dikelola oleh Netherlands Education Support Office Indonesia (Neso Indonesia).

Rika menuturkan, dengan tekad sama-sama ingin kuliah ke Belanda, mereka berdua mengaku pantang menyerah mencari program beasiswa yang menawarkan kuliah ke Negeri Kincir Angin itu. Upaya itu dibarengi dengan mencari informasi dari teman-temannya.

"Alhamdulillah, kami berdua diterima. Tidak terbayang sebelumnya, bahwa kami mendapatkan beasiswa yang sama, universitas yang sama dengan jurusan yang sama," kata Rika, perempua kelahiran Sumedang, 8 April 1984.

Namun demikian, lanjut Rika, kedua menyadari bahwa mendapatkan beasiswa juga bukan hal mudah. Perlu semangat tinggi dan tidak mudah menyerah dalam berusaha.

"Ada dua hal paling mendasar dan penting dalam mendapatkan beasiswa. Pertama, mempersiapkan segala persyaratan dalam mencari sekolah dan beasiswa. Kedua, mempersiapkan dokumen yang diperlukan, dan terakhir adalah persisten. Mencari beasiswa itu bukan hal mudah, tapi juga bukan hal mustahil. Cuma butuh konsistensi dan semangat pantang menyerah," tutur Rika.

Hidup hemat

Setelah mendapat pengumuman menjadi Stuned Awardees, Octal dan Rika mulai menyiapkan berbagai hal terkait keberangkatan dan tinggal di Belanda. Salah satu persiapan itu adalah tempat tinggal.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X