Kompas.com - 04/04/2015, 11:15 WIB
Wapres Jusuf Kalla saat memberikan sambutan pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015 di Depok, Minggu (29/3/2015) Afrian Malik/KOMPAS.comWapres Jusuf Kalla saat memberikan sambutan pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015 di Depok, Minggu (29/3/2015)
|
EditorLatief
DEPOK, KOMPAS.com - Pada pelaksanaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015 di Depok, Selasa (31/3/2015) lalu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan pelaksanaan ujian nasional (UN) tak perlu lagi dikeluhkan. Jangan lagi melihat UN sebagai angka kelulusan, melainkan sebuah proses untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia.

Masih banyak penolakan dari berbagai kalangan masyarakat terhadap pelaksanaan UN hingga tahun ini. JK mengatakan, masyarakat sebaiknya jangan lagi melihat UN sebagai nilai atau angka-angka dari indikator kelulusan

"Bila setiap masyarakat bisa menyikapi UN sebagai proses pendidikan, maka jadikan UN untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa ini," kata JK.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tebo, Jambi, Zulkifli, yang ikut hadir pada RNPK mengatakan bahwa pihaknya ikut menyukseskan UN untuk memperbaiki sistem pendidikan bangsa ini. Ia mengaku optimistis UN dapat menjadi parameter dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

"Jangan lagi melihat UN sebagai angka-angka kelulusan. Sampai saat ini, seakan-akan UN itu masih merupakan sesuatu yang menakutkan, padahal UN juga bisa memberikan kemudahan bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya," ujar Zulkifli.

"Jika UN dan Ujian Akhir Sekolah seratus persen lulus, maka dari hasil tersebut akan bisa digunakan untuk masuk perguruan tinggi negeri tanpa mengikuti ujian masuk lagi," tambahnya.

Ia mengatakan, bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Jambi juga telah menggelar rapat dengan beberapa sekolah untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku pendidik. Hal itu dilakukan supaya bisa menyikapi UN sebagai bagian dari proses pendidikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

JK: Kenapa Harus Ada Ujian Nasional? Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.