Kompas.com - 10/04/2015, 11:30 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Kamis (9/4/2015), melakukan video conference dengan semua Kepala Dinas Pendidikan dari masing-masing provinsi di Indonesia. Mendikbud memastikan persiapan pelaksanaan UN tahun ini berjalan lancar. Afrian Malik/KOMPAS.comMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Kamis (9/4/2015), melakukan video conference dengan semua Kepala Dinas Pendidikan dari masing-masing provinsi di Indonesia. Mendikbud memastikan persiapan pelaksanaan UN tahun ini berjalan lancar.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan melakukan perbincangan melalui konferensi videoke semua kepala dinas pendidikan dari masing-masing provinsi di Indonesia. Mendikbud ingin memastikan persiapan ujian nasional (UN) pada 13 April untuk tingkat SMA/sederajat berjalan lancar.

"Ini pengecekan terakhir melalui kepala dinas di setiap provinsi. Hanya 26 provinsi yang tersambung dengan baik dan sisanya melalui komunikasi telepon," ujar Mendikbud di Kantor Kemendikbud, Kamis (9/4/2015).

Secara umum, lanjut dia, distribusi naskah UN sudah sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Naskah UN sudah sampai di lokasi-lokasi titik penyimpanan akhir.

"Untuk daerah yang letak geografisnya sulit dijangkau, sudah dikirimkan sejak kemarin dan telah sampai sesuai jadwal," tambahnya. 

Mendikbud menuturkan, dari hasil perbincangan melalui konferensi video tersebut, ada beberapa laporan mengenai kekurangan naskah di beberapa provinsi. Sejumlah provinsi itu di antaranya Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Gorontalo yang kekurangan naskah untuk beberapa mata pelajaran.

"Setelah mendapatkan laporan ada kekurangan naskah untuk beberapa mata pelajaran, pada hari ini juga bisa langsung ditangani dan diproses untuk kelengkapan naskah UN tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Mendikbud juga menyampaikan agar Dinas Pendidikan Provinsi Aceh juga memberikan kesempatan kepada anak-anak yang terlibat masalah pidana untuk tetap bisa mengikuti UN. Meskipun mereka ada di dalam tahanan, proses pengerjaan UN bisa dilakukan di tempat tersebut dengan diberikan pengawasan dari staf keamanan setempat dan staf dinas pendidikan.

Mendikbud juga menjelaskan, persiapan UN berbasis komputer sejauh ini sudah cukup baik di beberapa provinsi. Provinsi yang menggelar UN berbasis komputer paling tinggi ada di DI Yogyakarta sebesar 9,7 persen, sedangkan rata-rata nasional hanya 2,4 persen. Namun, untuk Provinsi Papua hanya sebesar 3,1 persen.

"Ke depannya juga akan diterapkan ke beberapa provinsi lainnya untuk bisa melakukan UN berbasis komputer," ujarnya.

Mendikbud berpesan kepada para siswa yang akan mengikuti UN pada Senin mendatang agar belajar lebih keras mengingat beberapa hari ke depan adalah hari-hari terakhir bisa mempersiapkan ujian.

"Karena sesudah itu Anda akan memulai ujian. Tapi, pastikan malam sebelum ujian itu istirahat yang cukup. Kerja kerasnya sampai minus satu hari ujian, seteleh itu istrahat," katanya.

Baca juga: Hasil UN di Bawah Standar, Siswa Tetap Terima "Sertifikat"

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X