Emirsyah Satar: Menyulap Garuda Indonesia Menjadi "One Million Company”

Kompas.com - 28/04/2015, 10:26 WIB
Emirsyah Satar, mantan CEO Garuda Indonesia, saat menjadi pembicara acara Emirsyah Satar, mantan CEO Garuda Indonesia, saat menjadi pembicara acara "CEO Speaks BINUS BUSINESS SCHOOL", Rabu (22/4/2015) dengan tema kepemimpinan dihadiri oleh jajaran pengurus BINUS BUSINESS SCHOOL, mahasiswa, dan kalangan profesional.
|
EditorLatief

KOMPAS.com - Ruangan tempat digelarnya acara 'CEO Speaks Binus Business School', Rabu (22/4/2015), terasa penuh oleh pengunung. Tak dimungkiri, karena hari itu, hadir Emirsyah Satar sebagai pembicara.

Mantan CEO Garuda Indonesia itu datang untuk berbagi pengalaman semasa memimpin "One Dollar Company" dari 2005 hingga 2014 lalu. Istilah ini dipakai Emir, sapaan akrab pria kelahiran 28 Juni 1959 tersebut, untuk menggambarkan situasi Garuda Indonesia pada masa awal kepemimpinannya. 

Karir gemilang Emir membawa perusahaan maskapai penerbangan berpelat merah itu ke puncak kesuksesan patut menjadi contoh sebuah transformasi kepemimpinan. Membawakan tema kepemimpinan bertema "Transformation is a Journey Navigated by Leaders", Emir membuka rahasia suksesnya mengubah "One Dollar Company" menjadi "One Million Company".

Mengawali acara, lelaki tamatan Sorbonne University, Paris, itu menjelaskan tentang cara kerja bisnis penerbangan. Menurut dia, bisnis maskapai penerbangan merupakan bisnis yang amat keras. Bahkan, margin tertinggi pada 10 tahun terakhir ini hanya 2,9 persen saja.

Sebagai seorang akuntan, Emir mengaku sadar bahwa saat itu perusahaannya sedang menghadapi kebangkrutan. Ia pantang menyerah. Emir lalu melakukan transformasi internal.

Dengan yakin, Emir mulai membenahi manajemen organisasi, sistem operasional, dan kualitas pelayanan Garuda Indonesia. Kerja kerasnya dimulai.

"Yang pertama-tama saya lakukan adalah mengembalikan kepercayaan internal perusahaan, antar karyawan sendiri. Karena tanpa kepercayaan, bahkan pemerintah atau perusahaan besar sekalipun bisa runtuh," ujar Emir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah rencana transformasi rampung, tutur Emir, seorang pemimpin harus mampu mengkomunikasikan hal tersebut kepada semua tim kerjanya.

"Sehebat apapun seseorang, untuk membangun perusahaan yang kuat, tidak bisa sendirian. Saya selalu menegaskan hal itu kepada seluruh karyawan," katanya.

Emir melanjutkan. Dia mengatakan, begitu menjadi seorang pemimpin, seseorang harus bisa membuat karyawannya bekerja dengan sepenuh hati dan mengeluarkan seluruh kemampuannya, bukan di bawah tekanan.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X