Kompas.com - 28/04/2015, 10:26 WIB
Emirsyah Satar, mantan CEO Garuda Indonesia, saat menjadi pembicara acara Emirsyah Satar, mantan CEO Garuda Indonesia, saat menjadi pembicara acara "CEO Speaks BINUS BUSINESS SCHOOL", Rabu (22/4/2015) dengan tema kepemimpinan dihadiri oleh jajaran pengurus BINUS BUSINESS SCHOOL, mahasiswa, dan kalangan profesional.
|
EditorLatief

"Yang terpenting, jangan biarkan mereka takut pada kita. Jika mereka takut, mereka tidak akan memiliki respect terhadap kita. Mereka akan kehilangan motivasi dan inovasi kerja," kata Emir.

Berdasarkan pemetaan bisnis terbaru rancangan Emir, mutu pelayanan pun ditingkatkan. Tidak main-main. Emir secara khusus memimpin gerakan membersihkan pesawat setiap tiga bulan bersama seluruh perwakilan perusahaan secara serempak. Bahkan, ia tak sungkan untuk itu membersihkan toilet pesawat sendiri.

Tiga faktor

Di bawah kepemimpinannya, dia mengemas Garuda Indonesia hingga memiliki keunikan tersendiri, yaitu "Indonesian Hospitality". Dia memasukkan sentuhan Indonesia dalam semua pelayanan dan fasilitas Garuda Indonesia, dari mulai suguhan menu, aroma handuk, corak batik pada kursi pesawat, hingga lagu khas Indonesia.

"Ini semua saya lakukan agar penumpang dapat merasakan ke-Indonesia-an selama penerbangan bersama Garuda," ujarnya.

Alhasil, jerih payah Emir terbayarkan dengan diraihnya setumpuk penghargaan. Puncaknya, pada 2013, Garuda Indonesia berhasil meraih penghargaan sebagai "World’s best Cabin Crew”" mengalahkan pesaing beratnya, Singapore Airlines.

Dengan anggaran promosi terbatas, Emir berani menjadi sponsor resmi klub sepakbola asal Inggris, Liverpool FC. Hasilnya, Garuda Indonesia berhasil menaikkan pamornya di mata internasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 2014, Garuda bahkan berhasil menduduki peringkat ke 545 sebagai  Asian 1000 Top Brands menurut AC Nielson. Setahun sebelumnya, maskapai tersebut hanya mampu bertengger di peringkat 965.

Sebelum mengakhiri ceramah, Emir ia menyebutkan, ada tiga faktor utama perlu diperhatikan seorang pemimpin dalam mengembangkan perusahaannya ke tingkat dunia, yaitu, SDM (sumber daya manusia), proses, dan teknologi.

"Terakhir, sesulit apapun masalahnya, jika kita memiliki passion terhadap apa yang kita lakukan, kita pasti menemukan jalan keluar," ujar Emir.

Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.